Kompas.com - 11/03/2015, 03:10 WIB
Ilustrasi pencurian sepeda motor. KOMPAS.com / ABDUL HAQIlustrasi pencurian sepeda motor.
|
EditorBayu Galih

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tujuh orang yang tercatat sebagai mahasiswa di dua kampus berbeda di Makassar ternyata bagian dari sindikat pencuri motor antarkabupaten/provinsi di Sulawesi. Dari tujuh orang itu, tiga orang terpaksa ditembak polisi karena berusaha melarikan diri, Selasa (10/3/2015).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi mengungkapkan, sindikat pencuri motor yang merupakan 7 orang mahasiswa ini terbongkar karena kasus perkelahian.

Awalnya, seorang pemuda, Sandi (20) warga Jl Malino, Kabupaten Gowa yang berprofesi sopir ini dikeroyok dua pelaku curanmor, Aspil (22) dan Abd Karim alias Ca, warga belakang pasar grosir Daya, Senin (9/3/2015) siang. Selanjutnya, kedua pelaku dan korban selanjutnya dibawa ke Polsekta Panakukang untuk diproses lebih lanjut.

"Setelah tiba di Polsekta Panakkukang, polisi kemudian menggeledah tas kedua pelaku. Di dalam tas ditemukan kunci letter T. Di situ kedua pelaku diinterogasi dan mengaku anggota sindikat curanmor antar Kabupaten dan Provinsi di Sulawesi," jelas Endi.

Dari hasil Interogasi tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil meringkus lima orang rekan pelaku. Kelima orang tersebut masing-masing, Ahmad Akbar dan Ahmad Fadly alias Aco (Mahasiswa 45) warga Asrama Kolaka Utara (Kolut) Tello Makassar, Dadang Ashari (Mahasiswa UVRI) warga Perumnas Antang, Solihin alias Toni (Mahasiswa UVRI) warga Jl Penjernihan no 46 Makassar serta Asra Efendy (Mahasiswa UVRI) warga BTN Asabri Blok A No 22.

"Ahmad Akbar mengaku telah menjual 5 motor curian di Makassar, Dadang mengaku telah menjual 3 motor curian di Makassar, Aco mengaku telah menjual 8 motor ke Kolaka Utara (Sulawesi Tenggara), Toni mengaku telah menjual 3 motor curian ke Kabupaten Palopo (Sulawesi Selatan), dan Asra mengaku telah menjual 7 motor curian di Kolaka Utara juga," ungkap Endi.

Kelima penadah motor curian ini, lanjut Endi, berhasil ditangkap berdasarkan keterangan yang diberikan pelaku lain, Ca'di dan Aspil, yang lebih dulu ditangkap. Dari tujuh orang dalam sindikat itu, tiga orang selaku eksekutor pencuri motor yakni Ca'di, Dadang dan Aspil.

"Ca'di telah mencuri di 6 TKP, Dadang 4 TKP dan Aspil 1 TKP. Sedangkan lima pelaku lainnya sebagai 480 atau penadah barang curian sekaligus penjual motor curian. Saat dilakukan pengembangan, ketiganya mencoba melarikan diri hingga polisi terpaksa menembaknya. Saat ini ketujuh pelaku sementara diperiksa di Unit Reskrim Polsekta Panakkukang," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.