Uang Transaksi Narkoba Ibu Dititip di Rekeningnya, Mahasiswi Ini Ikut Disidang

Kompas.com - 10/03/2015, 15:55 WIB
Terdakwa kasus pencucian uang hasil transaksi Narkotika, Angga Dewi (baju putih kanan) saat sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (10/3/2015). Kompas.com/Nazar NurdinTerdakwa kasus pencucian uang hasil transaksi Narkotika, Angga Dewi (baju putih kanan) saat sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (10/3/2015).
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Angga, mahasiswi dari salah satu kampus di Kota Semarang, menjadi terdakwa karena rekening pribadinya dijadikan tempat pencucian uang dari hasil transaksi narkotika oleh ibu kandungnya.

Pada sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (10/3/2015), Angga disidang sendirian. Dia tak didampingi pengacara untuk membantu dalam kasusnya. Meski demikian, dia tetap yakin tidak bersalah.

Angga sendiri didakwa menampung sejumlah uang dari hasil transaksi narkotika oleh ibunya, Sumaryati, dan tetangganya, Rastono. Rekeningnya di Bank Central Asia menjadi tempat tranferan uang itu.

Ada enam kali transaksi yang ditemukan dengan nominal belasan juta rupiah. Enam kali transaksi hingga bernilai total sekitar Rp 70 juta.

"Uangnya titipan Raston. Uangnya dititipkan, sebagian buat biaya kuliah," ujar Sumaryati, ibu kandung Angga, saat bersaksi di depan majelis hakim PN Semarang, siang tadi.

Selain menjadi saksi, Sumaryati juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dalam kali ini dia membeberkan keterangan untuk anaknya. Ibu kepala enam itu menjadi bagian penting dari transaksi narkotika yang melibatkan Angga.

"Ibu sehari-hari jual pecel, itu untungnya kan Rp 100.000. Kok dapat uang Rp 10 juta tiap hari dari mana?" tanya hakim.

Sumaryati terdiam. Tak beberapa lama, sang anak mengiyakan uang kiriman dari ibunya belasan juta. Uang transaksi itu masuk melalui rekeningnya.

"Benar yang mulia, Kadang-kadang nerima uang, tapi tidak sering. Ada puluhan juta. Sekali dua kali. Tapi lupa berapa jumlahnya," timpal Angga.

Selain dua orang tersebut, Jaksa Syarifah dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah juga memeriksa saksi penangkap dari Badan Narkotika Propinsi Jawa Tengah. Dua saksi diperiksa bernama Sunarto dan Sugiono.

Angga ditangkap petugas BNNP pada 23 Januari 2013 karena sangkaan kejahatan pencucian uang tersebut. Dia tercatat warga di Desa Mlangsen, Kota Blora.

Angga ditangkap berdasarkan atas pengembangan kasus yang menimpa Sumaryati yang diciduk Polda Jateng November 2012 di rumahnya. Sumaryati yang berusia 60 tahun juga telah dipenjara karena kasus narkotika.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X