Setelah Dolly, Kompleks Pelacuran Kedungbanteng Ditutup Bulan Depan

Kompas.com - 06/03/2015, 12:24 WIB
Salah satu ruangan di wisma Dolly yang akan dimanfaatkan Pemerintah Kota Surabaya menjadi public building, Selasa (28/10/2014). SURYA/Habibur RohmanSalah satu ruangan di wisma Dolly yang akan dimanfaatkan Pemerintah Kota Surabaya menjadi public building, Selasa (28/10/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com — Kompleks Pelacuran Kedungbanteng di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, akan ditutup bulan April mendatang. Pemerintah telah menyiapkan dana masing-masing Rp 5 juta untuk 176 pekerja seks komersial (PSK) di tempat itu.

Dana dari pemerintah pusat itu, menurut Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jatim Ratnadi Ismaon ditujukan untuk jatah hidup, modal usaha, dan bantuan transportasi bagi para PSK.

"Semula jumlah PSK-nya 190 orang, tetapi setelah diverifikasi menjadi 176 PSK. Mereka disiapkan masing-masing Rp 5 juta," kata dia, Jumat (6/3/2015).

Ratnadi menilai, pemerintah kabupaten setempat sudah 100 persen menyiapkan teknis penutupan kawasan lokalisasi prostitusi di Kecamatan Sukorejo itu. "Teknis penutupan kami serahkan kepada pemerintah daerah setempat, sekaligus pengawasan pascapenutupan," kata Ratnadi lagi.

Selain di Ponorogo, tahun ini penutupan kompleks pelacuran juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto untuk kawasan pelacuran Balong Cangkring, di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon.

Di tempat itu, kata Ratnadi, semula ada 130 PSK. Namun, setelah diverifikasi, hanya ada 89 PSK. "Kapan waktu penutupannya, masih dibicarakan oleh pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat," tambah dia.

Kawasan prostitusi Balongcangkring dan Kedungbanteng adalah dua tempat terakhir yang ditutup di Pemerintah Provinsi Jatim. Pada 2012, di provinsi ini ada 7.127 PSK di 47 lokalisasi. Dari puluhan kawasan itu, penutupan kawasan Dolly dan Jarak di Surabaya menjadi aksi penutupan yang paling banyak menyita perhatian.

Selanjutnya, pemerintah akan mengenakan sanksi pidana kepada siapa pun yang melakukan aktivitas pelacuran di kawasan lokalisasi yang telah ditutup itu.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X