Kompas.com - 04/03/2015, 13:44 WIB
Kartu Tani yang diluncurkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (4/3/2015). Kartu tani diharapkan mampu memutus penyelewengan distribusi pupuk. Kompas.com/Nazar NurdinKartu Tani yang diluncurkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu (4/3/2015). Kartu tani diharapkan mampu memutus penyelewengan distribusi pupuk.
|
EditorCaroline Damanik

BATANG, KOMPAS.com
- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menerbitkan Kartu Tani untuk para petani di Jawa Tengah. Peluncuran kartu digelar di Desa Lebo Kecamatan Grinsing, Kabupaten Batang, Rabu (4/3/2015) siang.

Kartu Tani yang diluncurkan berupa kartu debit hasil kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia. Kartu ini ditujukan untuk pembelian pupuk bersubsidi serta berfungsi sebagai tabungan para petani.

Menurut Ganjar, kartu ini diluncurkan untuk memodernkan para petani. Pasalnya, saat ini, lanjutnya, petani masih menggunakan metode konvensional dalam mengelola lahan pertanian.

"Petani perlu diajak berpikir maju. Kalau tidak ada data petani, kartu petani, pupuk akan langka sampai kapanpun," kata Ganjar di depan jajaran Pemkab Batang dan para anggota tani di Batang, siang tadi.

Kartu Tani ditujukan untuk mendata berapa jumlah petani sekaligus mengumpulkan data agar persebaran pupuk bisa tepat sasaran. Menurut dia, saat ini, masih banyak pupuk yang diselewengkan dan kebijakan yang tidak berpihak pada petani.

Ganjar berjanji, jika program kartu tani untuk pengendalian pupuk sukses, maka akan dilanjutkan. Pihaknya juga akan memberi bantuan para petani dengan subsidi benih, pupuk atau bantuan lainnya.

Politisi PDI-P itu juga ingin agar modernisasi pertanian itu mampu menghasilkan karya nyata. Melalui Kartu Tani, dia berharap agar petani berssungguh-sungguh mau belajar modern dengan alat-alat pertanian.

"Saya ingin beri kalian alat menanam benih padi (transpenter) agar cara nanam biar gak mundur. Tanamnya ke depan. Itu alat modern dan butuh berfikir dan disiplin dari bapak-ibu," serunya.

Sebelum hal itu terwujud, Ganjar ingin ada data petani yang valid. Saat ini, pabrik mempunyai data distributor. Distributor punya data pengecer, dan pengecer punya data berapa kelompok tani, jumlahnya berapa. Namun, data tersebut masih banyak tercecer dan validitasnya diragukan.

"Kalau data itu dikerjakan aslinya satu hari selesai, tapi ini tidak bisa. Ini bukan menghitung jin, ini ada manusianya," ungkapnya.

Atas hal itulah, dia memerintahkan kepada dinas terkait untuk menyiapkan data petani secara keseluruhan dalam tiga bulan.

Sementara itu, Direktur BRI Djarot Kusuma mengatakan, program peluncuran kartu tani merupakan yang pertama di Indonesia. Jika program berhasil dengan sukses akan digunakan di seluruh wilayah indonesia.

"Tapi kami minta data seluruhnya diselesaikan. Katanya dalam tiga bulan sudah selesai," tutur Djarot.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X