Kompas.com - 03/03/2015, 03:27 WIB
|
EditorBayu Galih

NUNUKAN, KOMPAS.com — Satuan Tugas Pengamanan Wilayah Perbatasan Yonif Linud 433/Julu Siri BKO Koops Kodam VI/Mulawarman mengamankan tenaga kerja Indonesia ilegal yang berencana memasuki Malaysia melalui "jalur tikus". Buruh migran yang berjumlah 13 orang tersebut berencana memasuki Malaysia melalui pelabuhan tradisional di Kandang Babi Nunukan.

Jalur tikus selama ini memang menjadi pilihan buruh migran untuk memasuki negara Malaysia secara ilegal. Selain banyaknya jalur yang bisa digunakan, jalur tikus juga sering luput dari pantauan aparat keamanan.

“Siang harinya kami mendapatkan informasi ada 13 orang yang akan berangkat ke Tawau, Malaysia. Mereka berasal dari Sulawesi Selatan setelah menumpang kapal KM Aditya. Kemudian kami ikuti pergerakan mereka dan kami tangkap mereka di pelabuhan tradisional Kandang Babi,” ujar Komandan Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri Letkol Inf Agustatius Sitepu.

Dari penangkapan di Kandang Babi, 8 buruh migran ternyata kabur saat Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan menggerebek kapal yang mereka tumpangi menuju Malaysia. Sebanyak 8 TKI yang lolos kemudian kabur menuju pelabuhan tradisional Bambangan, Pulau Sebatik. Mereka tidak menyangka bahwa anggota Satgas Pamtas Yonif 433/Julu Siri yang bertugas di Pos Bambangan telah dikontak untuk menahan 8 TKI tersebut.

”Delapan orang yang melarikan diri itu berhasil diamankan di Bambangan. Sekarang ke-13 buruh migran tersebut kami amankan di BP3 TKI. Kita sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk diambil datanya,” ujar Agustatius Sitepu.

TKI tersebut disinyalir korban dari praktik percaloan yang masih saja terjadi di wilayah perbatasan. Dari 13 orang tersebut, tak satu pun memiliki dokumen resmi untuk memasuki negara Malaysia secara legal. Bahkan 6 di antaranya masih berusia di bawah umur.

“Dari ke-13 ini yang punya KTP cuma satu. Ini ada indikasi gerakan dari calo-calo tersebut. Informasi yang kami dapat, KTP mereka ditahan oleh calo. Yang pasti, mereka akan menyeberang ke Tawau Malaysia tanpa dokumen sama sekali,” ucap Agustatius Sitepu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

Regional
Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Akselerasi Penyelesaian PTSL di Jatim, Gubernur Khofifah Minta BPN Gelar Kembali Rakor dan Sinkronisasi GTRA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.