Festival demi Burung Maleo dan Penyu...

Kompas.com - 02/03/2015, 09:43 WIB
Sepasang Maleo (Macrocephalon maleo) sedang menggali lubang untuk meletakkan telurnya di nesting ground Muara Pusian, Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow. Kompas.com/Ronny Adolof BuolSepasang Maleo (Macrocephalon maleo) sedang menggali lubang untuk meletakkan telurnya di nesting ground Muara Pusian, Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow.
|
EditorGlori K. Wadrianto

Maleo terancam punah
Burung maleo (marcocephalon maleo) adalah spesies hewan khas ekosistem Wallacea yang endemik Sulawesi. Dulunya maleo bisa ditemui dengan mudah di beberapa wilayah Sulawesi. Namun karena ancaman predator yang tinggi terutama pengambilan telur oleh manusia, maleo kini bahkan telah punah secara lokal di beberapa wilayah Sulawesi. (Baca: Maleo, si Cantik yang Terancam Punah...)

Ancaman kepunahan dari burung unik dengan tonjolan atau jambul keras berwarna hitam ini membuat maleo dilindungi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Burung maleo juga masuk dalam kategori endangered pada daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan daftar Appendix 1 dari Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Manager Program Alto Agustian Laya menjelaskan bahwa sejak 2006, AlTo berupaya melakukan monitoring dan upaya penyelamatan spesies maleo yang ada di Libuun, Desa Taima, Kecamatan Bualemo, Banggai.

"Di Libuun, kami mencoba memproteksi tempat bertelur maleo dari ancaman pengambilan telur yang dulunya marak dilakukan oleh masyarakat," kata Agustian.

Lewat berbagai program pendekatan dengan warga Desa, populasi Maleo yang awalnya sudah sangat jarang kini menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan data yang disodorkan Marcy kepada Kompas.com, pada tahun 2007 jumlah maleo yang terlihat di tempat bertelur Libuun pernah mencapai titik terendah dibawah lima ekor per hari. Namun, saat ini rata-rata maleo yang datang bertelur di Libuun bisa mencapai 30 ekor per hari.

"Kami memang melakukan pendekatan dengan melibatkan masyarakat desa untuk bersama-sama menjaga tempat bertelur maleo. Oleh karena itu, secara bergilir dan terjadwal, setiap hari ada satu warga desa yang ikut me-monitoring kehadiran maleo di sini," ujar Manager Survei AlTo Pandji Kresno saat ditemui di Libuun.

Walau kini jumlah populasi maleo yang terlihat di Libuun, Taima menunjukkan peningkatan yang signifikan, namun upaya penyadaran masyarakat agar peduli dengan upaya konservasi harus terus dilakukan.

"Oleh karena itu dalam dua pekan ini kami berkeliling menyampaikan sosialisasi dalam bentuk festival kepada masyarakat Banggai betapa berharganya keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh kabupaten ini, terutama Maleo dan Penyu," ungkap Koordinator Program Awarness AlTo Shera.

Pada festival itu, selain mengikutsertakan para pelajar dari beberapa sekolah menengah atas di Banggai sebagai pelakon drama, AlTo juga menghadirkan beberapa seniman dari Australia dan Amerika Serikat yang membagi pengalaman serta keahlian mereka dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

"Mereka hadir di sini untuk membantu kami melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan berbagai bentuk permainan dan keterampilan, di antaranya workshop lentera dan musik," kata Manager Operasional AlTo Asnim Lanusi. 

Baca juga:
13 Tahun Jaga Maleo, Tomo bak Pakar meski Hanya Lulus SD
Penetasan Telur Eksitu Diterapkan pada Maleo
Daud Badu, Dari Pemburu Jadi Pelestari Maleo


Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X