Kompas.com - 24/02/2015, 16:55 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorCaroline Damanik

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Antoni Bin Sarwadi (25), narapidana yang ditahan di Rumah Tahanan Bawang Latak, Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, tewas dengan luka lebam di tubuhnya. Ada dugaan Antoni tewas karena dipukuli sipir rutan yang kesal karena Antoni melarikan diri selama tiga hari.

Dihubungi dari Bandar Lampung, Senin (23/2), Kepala Seksi Humas dan Hukum Rumah Sakit Umum Daerah Manggala I Nyoman Jana mengatakan, pihaknya menerima Antoni dalam keadaan meninggal. ”Pasien tiba di rumah sakit sekitar pukul 20.00 hari Minggu,” ujarnya.

Nyoman mengatakan, tim dokter menemukan luka lembam di hampir sekujur tubuh Antoni. Luka lebam itu di pipi kiri, pelipis, lengan kanan bagian atas, dada, dan bagian tubuh lain.

”Sejumlah luka berbentuk garis dengan panjang sekitar 15 sentimeter terlihat jelas di dada dan leher. Pasien juga mengalami pendarahan di kedua telinga,” katanya. Meskipun begitu, pihak rumah sakit belum berani memastikan penyebab kematian Antoni.

Ditanya mengenai pihak yang mengantarkan Antoni ke rumah sakit, Nyoman mengatakan, tim administrasi yang mencatat data pasien tidak tahu instansi pengantar pasien. Namun, pihaknya sempat mencatat ciri-ciri pengantar, yaitu lelaki berjenggot berbadan tinggi besar. ”Pasien diantar menggunakan kendaraan bak terbuka (pikap),” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Lampung Agus Toyib mengatakan, pihaknya telah mengirimkan tim investigasi untuk menyelidiki kasus tersebut. Tim itu bertugas memeriksa penyebab kematian Antoni dan menyelidiki kemungkinan tindak kekerasan oleh petugas rumah tahanan.

”Ada kemungkinan narapidana tersebut tewas karena dipukuli sipir. Tindakan narapidana yang kabur mungkin memicu kemarahan petugas,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Agus masih membuka segala kemungkinan penyebab kematian Antoni. Pihaknya juga menduga, Antoni memiliki penyakit tertentu yang kambuh saat menjalani hukuman pasca tertangkap setelah kabur tiga hari.

Antoni dihukum penjara 18 bulan dalam kasus penggelapan sepeda motor. Mei nanti masa tahanannya akan berakhir. Namun, Kamis (19/2) Antoni kabur dan tertangkap pada Sabtu (21/2). (GER)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.