Kompas.com - 23/02/2015, 14:43 WIB
|
EditorCaroline Damanik

NUNUKAN, KOMPAS.com - Setelah ditangkapnya 11 nelayan rumput laut oleh polisi laut Malaysia, minggu lalu, kegiatan rumput laut di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia sudah berjalan seperti biasanya. Namun, nelayan dari Nunukan masih takut untuk memasuki kawasan perairan Malaysia tempat mereka menyewa area budidaya rumput laut.

Salah satu warga Tanjung yang sudah tiga tahun melakukan budidaya rumput laut di Malaysia ini mengaku terpaksa menghubungi warga Malaysia yang menyewakan area bertanam rumput lautnya untuk mendampingi mereka masuk ke perairan Malaysia.

“Kita terpaksa menghubungi pemilik lesen (izin pengelolaan kawasan perairan) warga Malaysia untuk menemani masuk ke area bentangan rumput laut yang kita tanam,” ujar Ahmad, Senin (23/2/2015).

Ahmad mengaku untuk menyewa area budidaya rumput laut di perairan malaysia membutuhkan anggaran yang cukup besar. Satu kawasan yang mampu menampung 3.000 bentang, 1 bentang tali tempat bibit rumput laut di ikat adalah 12-15 meter, mereka mengeluarkan ongkos sewa sebesar Rp 30 juta di luar ongkos perpanjangan lesen.

Setiap tahun, lesen tersebut harus diperpanjang kepada pemerintah Malaysia dengan anggaran Rp 1,5 juta.

Sebelumnya, petani rumput laut Nunukan hanya berlaku sebagai buruh tanam dengan cara pembagian. Warga Malaysia pemilik lesen akan menerima Rp 500 dari setiap kilogram rumput laut yang dipanen petani rumput laut Nunukan.

“Dulu sistemnya pembagian itu, sekarang mereka minta sewa. Untuk sewanya Rp 30 juta itu tidak dikira tahun tapi selamanya. Tapi itu di luar ongkos perpanjangan lesen setiap tahun. Dulunya sebelum sewa, belum lagi kalau ada aparat, kalau perahu kita ditahan ya kita bayar Rp 1,5 juta,” ujar Ahmad.

Ahmad mengaku hasil rumput laut dari perairan Malaysia lebih bagus daripada rumput laut yang ditanam di sekitar Pulau Nunukan. Selain berat, kondisi rumput lautnya bersih tidak bercampur lumpur maupun tiram yang biasanya menempel pada rumput laut.

Namun dengan peristiwa ditangkapnya nelayan rumput laut oleh aparat Malaysia, dirinya berharap pemerintah Indonesia memperjuangkan aset mereka yng nilainya puluhan juta rupiah yang berada di kawasan perairan Malaysia.

”Ini mau panen lagi sebentar lagi. Kita berharap ada kejelasan kasus ini. Apakah kami boleh bertanam rumput laut di sana atau tidak. Kalau tidak kita minta kepada opemerintah untuk memperjuangkan aset kita yang masih di perairan Malaysia," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.