Kompas.com - 20/02/2015, 06:13 WIB
|
EditorFidel Ali Permana


NUNUKAN, KOMPAS.com - Kesahajaan terlihat dari lokasi sebuah sekolah yang masih numpang di kolong rumah penduduk. Meski berada di kolong, ruang kelas yang hanya beberapa kelas dengan sekat sederhana tersebut terlihat bersih dan rapi.

Tidak ada meja kursi seperti sekolah pada umumnya, tapi hanya terlihat beberapa deret meja ala kadarnya dari triplek setinggi 40 cm dan karpet plastik sebagai tempet lesehan. Pada dinding kayu yang dicat hijau tertempel ijazah penghargaan yang berjajar dengan poster huruf abjad dan huruf arab serta foto-foto kegiatan sekolah.

Sekolah tapal batas di Desa Limau Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ini hanya menempati satu ruang seluas 6 X 9 meter yang sebagian ruangnya hanya disekat dengan potongan triplek sebagai tanda batas ruang satu dengan ruang lainnya. Di sekolah yang hanya memiliki 2 ruang belajar ini menampung murid-murid dari TK hingga setingkat SMP.

Seluruh anak didik di sini merupakan anak-anak warga Indonesia di mana orang tua mereka bekerja sebagai buruh di perusahaan sawit Malaysia. Keberadaan sekolah yang berada persis di tapal batas dua negara tersebut memang untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak buruh kebun kelapa sawit milik perusahaan warga Malaysia yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan karena jauhnya perkampungan mereka.

Sebanyak 4 guru pengajar di sekolah perbatasan ini pun lebih sering tidak menerima insentif, meski begitu jiwa pengabdian agar anak-anak buruh kebun sawit di Malaysia ini mampu mengecap pendidikan sangatlah tinggi.

“Mereka lebih sering tidak menerima insentif, tetapi jiwa pengabdian membuat mereka tetap bertahan menyelenggarakan pendidikan untuk anak anak buruh kelapa sawit,” ujar Nursan Wakil Ketua DPRD Nunukan yang berkesempatan mengunjungi keberadaan sekolah tapal batas tersebut, Kamis (19/02/2015).

Nursan berharap pemerintah daerah maupun pusat bisa sedikit memberikan perhatian terhadap keberadaan sekolah sekolah yang tetap semangat melaksanakan proses belajar mengajar di tengah keterbatasan. Pola pikir betapa pentingnya pendidikan di masa yang akan datang bagi generasi penerus bangsa yang lahir di wilayah perbatasan seharusnya mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

“Murid SD dan SMP itu muridnya ada 40 orang, masuknya siang mulainya pukul 14:00 Wita. Kalau pagi murid murid TK dan paud jumlahnya sekitar 20 orang,” imbuh Nursan.

Kurang perhatian pemerintah

Setelah mengunjungi sekolah perbatasan, Nursan berharap adanya sedikit perhatian dari pemerintah pusat terkait kebutuhan infrastruktur seperti bangku, papan tulis dan buku. Hal ini penting untuk tetap menjaga semangat para siswa.

“Sungai Lemo itu sudah terujung, artinya kita harus sadar bahwa ternyata masih ada semangat untuk menuntut ilmu dari anak anak buruh sawit yang berada di perbatasan. Ya setidaknya di sentuhlah dengan insentif bagi pengajar yang memang jarang diterima oleh mereka,” ujar Nursan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Regional
Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Regional
Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Regional
Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Regional
Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Regional
Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Regional
Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.