Polda Sulselbar Tunggu Instruksi Kapolri soal SP3 Kasus Abraham Samad

Kompas.com - 19/02/2015, 21:48 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi bersama beberapa penyidik menggelar konfrensi pers terkait penetapan status Ketua KPK, Abraham Samad sebagai tersangka di markas Polda Sulselbar, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (17/2/2015). KOMPAS.com/Hendra CiptoKepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi bersama beberapa penyidik menggelar konfrensi pers terkait penetapan status Ketua KPK, Abraham Samad sebagai tersangka di markas Polda Sulselbar, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (17/2/2015).
|
EditorBayu Galih

MAKASSAR, KOMPAS.com -Polda Sulawesi Selatan dan Barat menunggu instruksi pimpinan Polri terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nonaktif, Abraham Samad. Hanya saja, Wakil Kepala Polri Komisaris Jendral (Komjen) Badrodin Haiti yang juga calon Kapolri, belum memberikan instruksi apapun ke Polda Sulselbar.

Jika instruksi dikeluarkan oleh Badrodin, Polda Sulselbar bahkan mengaku bisa saja mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3.

"Bisa-bisa saja SP3, jika ada instruksi dari Kapolri. Tapi sampai sekarang, kami belum dapat informasi itu. Jadi kami tetap pada aturan dan menunggu Abraham Samad diperiksa di markas Polda Sulselbar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi, Kamis (19/2/2015).

Terkait dengan permohonan kuasan hukum Abraham Samad agar pemeriksaan dilakukan di Jakarta, Endi mengaku belum mendapat informasi dari penyidik. Demikian pula dengan ketidakhadiran Abraham besok untuk diperiksa, dia belum mendapat informasi dari kuasa hukumnya.

"Kami tetap berpedoman pada aturan yang ada. Jadi kami tetap menunggu tersangka Abraham Samad besok di markas Polda Sulselbar untuk diperiksa. Jika tersangka tidak datang, maka penyidik kembali melayangkan surat panggilan kedua," tuturnya.

Menanggapi ini, Komjen Badrodin Haiti menegaskan tidak akan serta merta mengeluarkan SP3. Menurut Badrodin, penyidik tidak bisa seenaknya mengeluarkan SP3 hanya didasarkan pada kemauan pribadi saja, bahkan demi keharmonisan hubungan antara Polri dengan KPK. (Baca: Polri Didesak Terbitkan SP3 Kasus Pimpinan KPK, Ini Jawaban Badrodin)

"Kasus-kasus itu (pimpinan KPK) bisa jalan terus, bisa juga enggak. Semua tergantung alat bukti," ujar Badrodin di kediaman dinasnya di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (19/2/2015) siang.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X