Kompas.com - 16/02/2015, 19:45 WIB
Sofi dan anak sulungnya, begitu menyayangi Mulyasari Ramadhani yang menderita Hydrocephalus. KOMPAS.com/Ika FitrianaSofi dan anak sulungnya, begitu menyayangi Mulyasari Ramadhani yang menderita Hydrocephalus.
|
EditorFarid Assifa
MAGELANG, KOMPAS.com - Ikhlas dan berpikir positif dengan apa yang digariskan Tuhan menjadi pegangan hidup Sofiyanti untuk terus bertahan hidup. Tidak ada alasan bagi wanita 28 tahun itu untuk mengeluh meski kesedihan sering merundung ketika melihat kondisi putri bungsunya, Mulyasari Ramadhani, yang menderita Hydrocephalus.

Kepala bocah 17 bulan itu semakin membesar akibat cairan yang membungkus otaknya. Praktis, tubuhnya lemah, hanya dapat berbaring di tempat tidur dan sesekali dipangku Sofi. Setiap malam, Sofi nyaris tidak pernah tidur nyenyak karena harus menemani Mulya, panggilan Mulyasari Ramadhani, yang menangis menahan sakit di kepalanya.

"Setiap malam menangis, mungkin kepalanya terasa sakit, kadang kepalanya panas, saya hanya bisa menggendongnya, tidak bisa berbuat apa-apa," tutur Sofi saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Dusun Kalikalong Krajan 1, Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Senin (16/2/2015).

Sofi menceritakan, penyakit yang diderita Mulya sudah sejak lahir. Anak keduanya ini lahir melalui operasi caesar pada 7 Juli 2013 lalu di RS Budi Rahayu, Kota Magelang. Selama proses kehamilan, kata Sofi, tidak ada hal-hal yang aneh. Ia rutin memeriksakan kehamilannya baik di puskesmas maupun bidan, termasuk rajin minum obat yang diberikan. Keanehan pada tubuhnya dirasakan saat masuk usia 7 bulan kehamilan.

"Usia 7 bulan kaki dan tangan saya membengkak. Kata bidan hal itu biasa terjadi pada wanita hamil. Tetapi setelah saya periksakan melalui USG diketahui kalau kepala janin saya membesar dan divonis hydrocephalus," ujar Sofi.

Menurut Sofi, saat pertama lahir, Mulya memiliki bobot 4,6 kilogram dengan diameter kepala 31 sentimeter. Namun kemudian bobot putri cantiknya itu terus turun hingga 3,9 kilogram, sedangkan lingkar kepalanya mencapai 71 sentimeter dan berat 10 kilogram. Kondis Mulya semakin memprihatinkan karena ia tidak bisa minum air susu ibunya (ASI) sendiri lantaran bibirnya menderita sumbing.

"Mulya tidak bisa minum ASI karena bibir sumbing, terlebih ASI saya juga tidak bisa keluar sehingga terpaksa saya beri susu formula. Usia 6 bulan Mulya mulai saya kasih makan, itu pun dengan bubur bayi instan, sebab saya coba makanan lainnya ia menolak, malah diare," ucap Sofi sembari membelai Mulya yang sedikit merengek di pangkuannya.

Suami dipenjara

Selama ini, Sofi hanya mampu berdoa dan ikhlas dengan kondisi anaknya. Sofi mengaku tidak bisa bekerja meninggalkan Mulya dengan kondisi seperti itu. Sedangkan sang suami, Nanung Nur Yula (26), saat ini ditahan di Mapolres Magelang Kota lantaran tersandung kasus percobaan pencurian sepeda motor di Kota Magelang belum lama ini.

"Saya sudah ingatkan suami agar mencari uang halal, tetapi mungkin pikirannya sedang kalut sampai mencoba mencuri motor. Sekarang jadi begini. Saya pernah ajak Mulya ke kantor polisi, siapa tahu bisa meringankan hukuman suami saya," ujar Sofi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.