Kompas.com - 16/02/2015, 17:06 WIB
Ilustrasi senjata api.
ShutterstockIlustrasi senjata api.
|
EditorFarid Assifa
BANGKALAN, KOMPAS.com - Maraknya aksi kejahatan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akhir-akhir ini, di antaranya karena kepemilikan senjata api (senpi) ilegal di kalangan masyarakat sipil. Polres Bangkalan mulai melakukan idenitifikasi daerah-daerah rawan kejahatan menggunakan senpi ilegal.

Kepala Polres Bangkalan AKBP Sulistiyono mengatakan, dari hasil identifikasi, ditemukan tiga kecamatan yang warganya banyak memiliki senpi ilegal. Tiga kecamatan itu yakni Kecamatan Geger, Galis dan Kecamatan Modung.

"Di tiga kecamatan itu marak kejadian kejahatan menggunakan senpi selama beberapa bulan terakhir ini," terangnya, Senin (16/2/2015).

Dijelaskan Sulistiyono, di Kabupaten Bangkalan, tidak ada satupun warga sipil yang memiliki izin kepemilikan senpi. Senjata yang dimiliki warga selama ini dipastikan ilegal.

Sulistiyono menyebutkan, senjata api yang sudah disita polisi di antaranya jenis FN dan rakitan hasil modifikasi air softgun. Pihaknya berjanji akan menindak tegas siapa pun warga sipil yang ditemukan memiliki senpi.

Dia menegaskan, senjata api hanya bisa dimiliki oleh aparat keamanan yang sudah teruji kemampuan dan psikologinya. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada warga ataupun tokoh masyarakat Bangkalan yang menemukan orang memiliki dan menyimpan senjata api agar dilaporkan kepada polisi.

Selain meminta kerja sama warga, Polres Bangkalan juga rutin melakukan razia di beberapa ruas jalan di Bangkalan untuk melacak kepemilikan senpi warga sipil. Namun, hasilnya masih nihil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebulan terakhir, dua peristiwa kejahatan di Bangkalan menggunakan senpi ilegal. Tanggal 20 Januari lalu, Mathur Husairi, salah satu aktivis antikorupsi Bangkalan ditembak warga tak dikenal di depan rumahnya. [Baca juga: Direktur LSM Ditembak Orang Tak Dikenal di Depan Rumahnya]

Pada tanggal 5 Pebruari 2015 kemarin, dua warga Desa Kombangan, Kecamatan Geger, ditembak sekelompok warga saat bertamu ke rumah salah satu tokoh di Desa Kombangan. [Baca juga: Gara-gara Saling Ejek, Dua Warga Bangkalan Ditembak]Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.