Kompas.com - 14/02/2015, 18:35 WIB
Pengunjung memilih batu akik yang saat ini sedang banyak digemari, di Jakarta Gems Center, Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Lebih dari 1.000 pedagang batu akik menawarkan dagangannya dengan kisaran harga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. Batu bacan yang berasal dari Ternate, saat ini banyak dicari para pecinta batuan tersebut. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPengunjung memilih batu akik yang saat ini sedang banyak digemari, di Jakarta Gems Center, Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Lebih dari 1.000 pedagang batu akik menawarkan dagangannya dengan kisaran harga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah. Batu bacan yang berasal dari Ternate, saat ini banyak dicari para pecinta batuan tersebut.
EditorSandro Gatra


BANDA ACEH, KOMPAS — Penemuan batu alam jenis giok Aceh sekitar 20 ton di kawasan Gampong Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menimbulkan konflik antara warga dan pendatang. Warga lokal hingga Jumat (13/2) masih marah karena pendatang tak berkomitmen menjalani moratorium pengambilan batu alam yang diolah menjadi batu perhiasan dan akik itu.

Pendatang pun tetap berupaya mengambil batu alam di lokasi tersebut. Dalam konflik yang terjadi Kamis sore, sejumlah warga lokal mengejar pendatang dengan membawa senjata tajam.

”Namun, peristiwa itu cepat dilerai oleh kepolisian dan TNI sehingga tidak menimbulkan korban luka atau tewas,” ujar Kepala Humas Polda Aceh Komisaris Besar Gustav Leo di Banda Aceh, Jumat.

Batu giok itu ditemukan warga pada minggu ini. Warga lokal tidak mengambilnya karena mengikuti Keputusan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengenai Moratorium Pengambilan Batu Alam dari 5 Februari-8 Maret 2015. Namun, pendatang dari luar Gampong Krueng Isep berniat mengambil batu itu.

Gustav menuturkan, saat ini aparat keamanan masih berjaga untuk mengantisipasi terjadinya konflik susulan di lokasi itu. Polri menurunkan sekitar 40 personel dan ditambah anggota TNI. ”Polri dan TNI pun berupaya mempertemukan warga lokal dan pendatang untuk berdamai,” ucapnya.

Disita

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nagan Raya Samsul Kamal mengutarakan, moratorium pengambilan batu itu berlaku untuk semua warga di Nagan Raya. Bagi warga yang mengambil pada periode moratorium itu, pemerintah akan menyita batunya. ”Batu yang ditemukan kali ini pun kami sita. Batu itu diberi garis polisi dan dijaga aparat keamanan agar tak memancing kericuhan susulan,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Samsul menyebutkan, moratorium itu dilakukan karena pemerintah tengah menyusun aturan tata cara, batas wilayah, dan jumlah petambang yang dibolehkan mengambil batu alam di Nagan Raya. ”Ini untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan, terutama di wilayah hutan lindung Nagan Raya,” katanya.

Nagan Raya adalah daerah yang berjarak sekitar 300 kilometer ke selatan Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh. Nagan Raya menjadi daerah penghasil batu alam utama di Aceh. Batu alam yang beredar di Aceh lebih dari 50 persen berasal dari Nagan Raya, antara lain giok, napriet, jade, dan idocrase.

Berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh dan Gabungan Pencinta Batu Alam Aceh, sekitar 1.000 orang menambang batu alam setiap hari di Nagan Raya. ”Pemerintah provinsi atau kabupaten harus segera mengeluarkan regulasi yang mengatur pengambilan batu alam ini,” kata Direktur Walhi Aceh Muhammad Nur. Ketua Komisi I DPR Aceh Abdullah Saleh menambahkan, aturan (qanun) itu masih disiapkan. (DRI)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.