Jual Amunisi, 5 Prajurit TNI Akan Dipecat dengan Tak Hormat

Kompas.com - 13/02/2015, 05:30 WIB
Ilustrasi senjata api. Ilustrasi senjata api.
|
EditorHindra Liauw
JAYAPURA, KOMPAS.com – Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Cenderawasih menetapkan 5 prajurit TNI yang bertugas di Ajendam XVII Cenderawasih sebagai tersangka dalam kasus penjualan amunisi.

Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen G Siahaan mengatakan kelimanya telah menjalani pemeriksaan terkait penjualan amunisi kepada kelompok separatis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, jelas Fransen, motif prajurit itu murni bisnis.

“Mereka sudah diserahkan ke POM dan selanjutnya ke Pengadilan Militer. Saya meminta hukuman terberat dijatuhkan kepada mereka, atau minimal hukuman seumur hidup,” jelas Fransen di Mapolda Papua, Kamis (12/2/2015).

Sejalan dengan proses tersebut, Fransen mengaku sedang mempersiapkan sidang kode etik untuk melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap kelima tersangka dan tiga prajurit dari Kodim 1702 Wamena yang juga terlibat kasus penjualan amunisi.


“Kami tidak ingin ada duri dalam tubuh TNI. Mereka telah menjual amunisi untuk menembak saya, menembak aparat, menembak kita. Ya, saya lawan. Mereka harus dipecat dan dihukum berat,” tegas Fransen.

Seperti diberitakan sebelumnya, 5 prajurit Ajendam XVII Cenderawasih, Serma S (38), Sertu MM (43), Pratu RA (28), Pratu S (26) dan Sertu NHS (24) diamankan setelah diduga terlibat dalam penjualan amunisi.

Serma S dibantu Sertu MM sempat melakukan transaksi yakni menjual 500 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter kepada jaringan kelompok bersenjata pimpinan Puron Wenda. Untuk mengembalikan amunisi yang telah dijual, Tim gabungan TNI-Polri kemudian mengumpankan Serma S untuk kembali bertransaksi dan akhirnya tiga orang jaringan kelompok bersenjata tertangkap bersama barang bukti amunisi yang disita dari rumah salah seorang tersangka, Rabu (28/1/2015) lalu.

Sementara itu, tiga prajurit Kodim 1702 Wamena, satu di antaranya sudah pensiun, dan dua lainnya masih aktif terbukti terlibat penjualan amunisi bersama anggota Polsek Nduga, Briptu T, kepada kelompok bersenjata pimpinan Rambo Tolikara. (K63-12)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Regional
Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Regional
Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X