MUI: Tepat, Langkah Jokowi Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

Kompas.com - 11/02/2015, 14:00 WIB
Anwae Abbas , Ketua Komite pusat gerakan anti narkoba Majelis ulama Indonesia ( nomer dua dari sebelah kanan layar) KOMPAS.com/ wijaya kusumaAnwae Abbas , Ketua Komite pusat gerakan anti narkoba Majelis ulama Indonesia ( nomer dua dari sebelah kanan layar)
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai langkah Presiden Joko Widodo menolak grasi para terpidana narkoba sebagai langkah yang tepat. Penolakan eksekusi mati para terpidana narkoba yang datang dari berbagai pihak merupakan bentuk kedzaliman.

"Ada jutaan masyarakat Indonesia yang menjadi korban narkoba. 18.000 orang mati setiap tahun karena narkoba," ujar Ketua Komite pusat gerakan anti narkoba Majelis Ulama Indonesiap (MUI), Anwar Abbas, Rabu (11/2/2015).

Abbas pun mempertanyakan sikap kalangan pegiat HAM yang menyatakan penolakannya terhadap eksekusi mati terpidana narkoba. Dia merasa para pegiat itu lebih membela satu dua orang dibandingkan jutaan masyarakat Indonesia yang menjadi korban narkoba.  "Yang menolak hukuman mati bandar narkoba, hal itu patut dipertanyakan. Itu tindakan yang dzalim," tegas dia.

Abbas menuturkan, para pemakai narkoba mau melakukan apa pun demi membeli narkoba. Bahkan, barang apapun bisa dijual untuk mendapatkan barang haram itu bakal dilego. "Bedak ibunya saja bisa dijual hanya untuk narkoba," tandas dia.

Dengan pertimbangan itu, langkah eksekusi mati bagi bandar narkoba itu sudah tepat. Dengan adanya langkah itu, maka akan menjadi peringatan bagi para bandar untuk tidak menjual narkoba ke Indonesia. Kebijakan ini pun bakal  menyelamatkan jutaan warga Indonesia dari bahaya narkoba.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Regional
Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Regional
Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X