Prajurit TNI Ditangkap Saat Edarkan Uang Palsu

Kompas.com - 11/02/2015, 12:55 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Endi Sutendi didampingi Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syamsu Arif saat memberikan keterangan perkembangan penyidikan kasus narkoba yang membelit guru besar Universitas Hasanuddin, prof DR Musakkir SH, MH, Senin (17/11/2014). KOMPAS.com/Hendra CiptoKepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Endi Sutendi didampingi Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syamsu Arif saat memberikan keterangan perkembangan penyidikan kasus narkoba yang membelit guru besar Universitas Hasanuddin, prof DR Musakkir SH, MH, Senin (17/11/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang anggota TNI dari Kesatuan Yon Zipur 8 Rajawali, Praka Rupaid (33), warga Lingkungan Batangase, Kelurahan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ditangkap saat mengedarkan uang palsu, Selasa (10/2/2015) sore.

Dalam aksinya, Praka Rupaid dibantu tiga rekannya Abd Hamid (46) warga Lingkungan Batangase, Juharis (18) siswa SMA Nasional Maros, dan Hendra (17) yang juga warga Batangase. Keempatnya ditangkap saat membeli rokok dan jagung di pedagang pinggir jalan.

Mereka kini masih menjalani pemeriksaan di Polres Maros. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi, Rabu (11/2/2015) menjelaskan kronologi kejadian itu.

Menurut Endi, keempat pelaku yang menggunakan mobil Toyota Avanza warna perak DD 1154 DL ditangkap mengedarkan uang palsu di Dusun Pangia, Desa Samagki, Kecamatan Simbang, Maros.


"Keempat pelaku turun dari mobil membeli rokok dan jangung secara bergantian di warung pinggir jalan. Uang yang dibelanjakan pecahan Rp 50 ribu dan berhasil membelanjakan uang palsu sebanyak Rp 200.000 di empat warung berbeda.

Curiga dengan aksi keempat pelaku, pemilik warung pun meneliti uang tersebut. Ternyata, benar uang yang dibelanjakan pelaku adalah palsu. "Selanjutnya, keempat pedagang pun mengamankan para pelaku," kata Endi.

Keempat pemilik warung itu adalah Dg Siala (60), Hana (53), Hj Aminah (63) dan Mustakim (65) di Dusun Samanggi, Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Maros, Mereka melaporkan kejadian itu ke Polsek Bantimurung. Polisi yang datang, kemudian menyita uang palsu sebanyak Rp 8.950.000 dan uang asli sebanyak Rp 145.000.

"Keempat korban telah dimintai keterangannya. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan akan dikembangkan asal uang palsu tersebut. Sedangkan untuk penanganan kasus terhadap anggota TNI, polisi berkoordinasi dengan POM AD," tegas Endi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Detik-Detik Tembok Penahan yang Longsor di Jalan Bandung-Tasikmalaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X