Mari Bersepeda ke Tambora! Pendaftaran Dibuka Pukul 00.00 WIB - Kompas.com

Mari Bersepeda ke Tambora! Pendaftaran Dibuka Pukul 00.00 WIB

Kompas.com - 10/02/2015, 00:03 WIB
Dian Maharani Harian Kompas menggelar Tambora Bike pada 9-11 April 2015. Ajang bersepeda ini untuk memperingati 200 tahun meletusnya Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada 5 dan 12 April 2015, Indonesia memeringati 200 tahun letusan dahsyat Gunung Tambora, di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Indonesia bahkan dunia akan memperingati  letusan gunung berapi yang getarannya terasa hingga Benua Eropa itu. Termasuk harian Kompas dengan menggelar Tambora Bike.

Ajang bersepeda ke Gunung Tambora yang paling dinanti para pesepeda ini akan digelar pada 9-11 April 2015 dengan menempuh jarak 408 kilometer (km). Bagi Anda yang sudah tak sabar, pendaftaran mulai dibuka, Selasa (10/2/2015) pukul 00.00 WIB.

Melalui ajang bersepeda ini, harian Kompas bekerja sama dengan pemerintah provinsi mengajak masyarakat di seluruh Indonesia dan negara lain untuk lebih mengenal dan mencintai Gunung Tambora.

"Kita ingin memperkenalkan Sumbawa melalui sepeda maupun Gunung Tambora ke dunia Internasional," ujar Ketua Panitia Tambora Bike, Jannes Eudes Wawa di Jakarta, Senin (9/2/2015).

Tambora Bike akan dibagi dalam tiga etape. Pesepeda akan mulai dari Kota Mataram dan berakhir di Pancasila, salah satu kaki Gunung Tambora di Kabupaten Dompu.

Etape I yaitu, Mataram-Pototano-Utan (125 km) dan menyebrang dengan kapal selama 1,5 jam. Kemudian etape II, yaitu melanjutkan perjalanan dari Utan ke Pidang (160 km), dan etape III dari Pidang ke Dorocanga (123 km).

Tambora bike akan penuh petualangan. Peserta hanya akan menginap satu malam di hotel saat berada di Kota mataram. Malam selanjutnya akan menginap di tenda yang disediakan panitia.

Peserta kali ini terbatas hanya 200 orang dengan biaya per orang Rp 6.800.000. Pendaftaran dan info selengkapnya dapat dilihat di bike.kompas.com. Mari bersepeda ke Tambora!


EditorHindra Liauw
Komentar

Terkini Lainnya

Wakil Ketua MPR Kritik Pemerintah yang Enggan Tetapkan Gempa Lombok Jadi Bencana Nasional

Wakil Ketua MPR Kritik Pemerintah yang Enggan Tetapkan Gempa Lombok Jadi Bencana Nasional

Nasional
Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Penganiayaan Pemuda di Lapangan Banteng

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Penganiayaan Pemuda di Lapangan Banteng

Megapolitan
Panglima TNI Beri Joni Beasiswa hingga Lulus SMA

Panglima TNI Beri Joni Beasiswa hingga Lulus SMA

Nasional
Api Membesar, Pemadaman Kebakaran Lahan di Pontianak Terkendala Sumber Air

Api Membesar, Pemadaman Kebakaran Lahan di Pontianak Terkendala Sumber Air

Regional
Menteri Luar Negeri Pakistan Serukan Dialog dengan India

Menteri Luar Negeri Pakistan Serukan Dialog dengan India

Internasional
Langkah Pertama Arief Sulistyanto sebagai Kepala Bareskrim Baru

Langkah Pertama Arief Sulistyanto sebagai Kepala Bareskrim Baru

Nasional
Berawal dari Tangkap Pebalap Liar, Polisi Temukan Gudang Ganja di Pondok Aren

Berawal dari Tangkap Pebalap Liar, Polisi Temukan Gudang Ganja di Pondok Aren

Megapolitan
'Aneh, Pak Jokowi Belum Tetapkan Gempa di Lombok sebagai Bencana Nasional'

"Aneh, Pak Jokowi Belum Tetapkan Gempa di Lombok sebagai Bencana Nasional"

Nasional
Tawuran di Jalan Sultan Agung, Manggarai Bermula dari Ejekan di Media Sosial

Tawuran di Jalan Sultan Agung, Manggarai Bermula dari Ejekan di Media Sosial

Megapolitan
BNPB: Masih Banyak yang Salah Kaprah Terkait Status Bencana Nasional

BNPB: Masih Banyak yang Salah Kaprah Terkait Status Bencana Nasional

Nasional
Mahasiswa ITS Raih Penghargaan Kompetisi Matematika di Bulgaria

Mahasiswa ITS Raih Penghargaan Kompetisi Matematika di Bulgaria

Edukasi
Tawuran Dibubarkan, Jalan Sultan Agung, Manggarai Sudah Bisa Dilintasi

Tawuran Dibubarkan, Jalan Sultan Agung, Manggarai Sudah Bisa Dilintasi

Megapolitan
Bawaslu Akan Panggil Sandiaga jika Keterangan Saksi Mengindikasikan Mahar Politik

Bawaslu Akan Panggil Sandiaga jika Keterangan Saksi Mengindikasikan Mahar Politik

Nasional
'Budaya Minum Susu di Indonesia Masih Rendah'

"Budaya Minum Susu di Indonesia Masih Rendah"

Regional
Pria Asal AS Kencingi Penumpang Pesawat saat Penerbangan ke Jepang

Pria Asal AS Kencingi Penumpang Pesawat saat Penerbangan ke Jepang

Internasional
Close Ads X