Ridwan Kamil: Pakai Pawang Hujan Bukan Kebijakan Saya

Kompas.com - 09/02/2015, 13:54 WIB
Wali kota Bandung Ridwan Kamil KOMPAS.com/Rio KuswandiWali kota Bandung Ridwan Kamil
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com
- Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, membantah bahwa dirinya akan menjadikan penggunaan jasa pawang hujan sebagai salah satu bentuk kebijakan mengantisipasi bencana banjir di Bandung. Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, penggunaan jasa pawang hujan hanyalah tawaran dari para camat.

"Bukan policy. Ini hanya tawaran dari camat. Silakan kalau memang membantu. Jadi tidak ada arahan resmi karena saya insinyur, jadi fokus ke enginering," ujar Emil saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (9/2/2015).

Kalaupun menggunakan pawang hujan akan berdampak positif untuk mengurangi banjir, Emil berharap awan hujan tidak digeser ke daerah-daerah sekitar Kota Bandung, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Sumedang yang beberapa wilayahnya memang menjadi langganan bencana banjir dan longsor.

"Menggesernya ke wilayah lain, tidak di wilayah yang terkena rawan banjir. Kayak kemarin di Arcamanik susah diperbaiki karena sorenya hujan lagi. Jadi, (tanggul yang sudah diperbaiki) jebol lagi," tuturnya.

Selain mengandalkan tenaga ahli dan relawan, Emil juga berharap datang bantuan dari TNI dalam upaya penanganan banjir.

"Kita lakukan segala cara termasuk TNI dan DBMP gerak ke titik yang sedang diperbaiki. Jadi enggak ada salahnya upaya lain-lain," imbuhnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X