7 Napi Kabur Setelah Bobol Tembok Kamar Mandi Lapas dengan Pahat Besi

Kompas.com - 07/02/2015, 04:57 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorBayu Galih

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Tujuh narapidana Lembaga Pemasyarakatan (napi LP) Kelas IIA Banda Aceh, Kamis (5/2/2015) dini hari kabur, setelah membobol tembok kamar mandi sel tempat mereka mendekam. Para napi itu memanfaatkan sebilah pahat besi yang mereka buat bergagang.

Enam di antara napi tersebut tersangkut kasus narkoba dan ada yang harus menjalani hukuman hingga tahun 2027. Seorang napi lainnya terjerat kasus pembunuhan.

Diperoleh informasi, tujuh napi itu diperkirakan kabur antara pukul 02.00 sampai 05.30 WIB dari kamar nomor 21 yang dihuni delapan warga binaan. Sekitar pukul 06.00 WIB, sejumlah petugas LP yang berjaga-jaga di sana baru tersadar saat melihat tujuh dari delapan napi yang menghuni kamar 21 itu sudah hilang.

Hanya Basrullah, napi narkoba yang memilih tak ikut lari. Sisa hukuman yang harus dijalaninya tinggal sebulan lagi.

Sementara tujuh napi lainnya memilih kabur melalui lubang yang digali di sisi kamar mandi berdiameter sekitar 30 x 40 centimeter. Postur tubuh mereka yang umumnya ceking sangat memungkinkan mereka ke luar dari lubang sebesar itu.

Berdasarkan pengamatan Serambi, lubang pada tembok yang dibobol itu tergolong rapi. Besar dugaan, beton tersebut sudah lama mereka pahat. Saat lari, para napi itu, selain meninggalkan pahat besi, juga meninggalkan dua bong sabu serta ganja kering.

Kamar yang dijebol itu, jaraknya dari pos pemantau yang terdapat di setiap sudut LP hanya sekitar 35 meter. Berdasarkan catatan Serambi, kasus kaburnya napi dari LP Kelas IIA Banda Aceh itu bukan yang pertama, melainkan sudah berulang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala LP Kelas II A Banda Aceh, Ibnu Syukur, mengaku sedang cuti dan berada di luar kota. Ia hanya mendapat laporan dari petugas LP tentang kaburnya tujuh napi tersebut.

Sejauh ini, kata Ibnu, belum ditemukan indikasi keterlibatan oknum sipir yang bertugas malam itu. Indikasi ini bila merujuk pada keterangan petugas yang menyebutkan larinya tujuh napi tersebut setelah membobol beton kamar mandi.

“Begitu dinding kamar mandi sel itu dilubangi, ketujuh napi itu langsung memanjat ke tembok LP, menggunakan alat bantu kain sarung yang disambung-sambung,” terang Ibnu mengutip laporan stafnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X