Tak Ditahan, Anak Bupati Tersangka Lakalantas Dikenai Wajib Lapor

Kompas.com - 06/02/2015, 21:16 WIB
Ilustrasi kecelakaan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan.
|
EditorFarid Assifa
AMBON, KOMPAS.com - Meski ulahnya mengakibatkan nyawa orang lain melayang, namun Raflex Nugroho Puttileihalat, tersangka dalam insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan Kayu Tiga, Ambon, tidak ditahan polisi. Oleh penyidik yang menangani kasusnya, anak bupati tersebut hanya diminta wajib lapor dua minggu sekali.

Kepala Satuan Lantas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP Deddy Putra kepada wartawan, Jumat (6/2/2015), mengaku tersangka tidak ditahan dan hanya menjalani wajib lapor karena putra bupati tersebut dilindungi Undang-undang Perlindungan Anak.

“Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak, dia tidak dapat ditahan karena yang bersangkutan masih berstatus sebagai anak,” ujarnya.

Meski tak ditahan, namun, menurut Deddy, bukan berarti tersangka lantas lolos dari jeratan hukum. Tersangka tetap diharuskan memenuhi segala kewajibannya selama pemberkasan atas kasus yang menimpanya itu ke penyidik.

“Jadi seperti itu, dia harus wajib lapor, itu juga sudah sesuai dengan hasil koordinasi kita dengan Komisi Hak Azasi Perlindungan Anak,” katanya.

Dalam kasus tersebut, Raflex dijerat Pasal 310 ayat 4 Undang-undang Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009 dengan ancaman lima tahun penjara.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Raflex bersama rekannya Frandi Melianus Maspaitella yang saling berboncengan, melaju kencang dari arah Kayu Tiga menuju pusat Kota Ambon pada Rabu (4/2/2015). Saat tiba di sebuah tikungan tajam, tepatnya di sekitar kediaman Wali Kota Ambon, datang angkot jurusan Kudamati dari arah berlawanan. Karena tidak bisa mengendalikan laju sepeda motornya, Yamaha RX King DE 2545 AG yang dikendarai anak bupati tersebut langsung menabrak sisi kanan angkot dan keduanya pun terjatuh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat kecelakaan itu, rekannya, Frandi Melianus Maspaitella meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Bhakti Rahayu. Sedangkan Raflex sendiri usai kecelakaan itu langsung melarikan diri. Dia baru bisa ditangkap setelah polisi mendatangi rumahnya di kawasan Suli sekitar pukul 11.30 WIT. [Baca juga: Ugal-ugalan, Anak Bupati Tabrak Angkot Tewaskan Satu Orang]



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X