Kompas.com - 05/02/2015, 16:37 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa
AMBON, KOMPAS.com — Penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease masih terus memeriksa tersangka Raflex Nugroho Puttileihalat, anak dari Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, yang terlibat kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) hingga menewaskan satu orang.

Kepala Satuan Lantas Polres Pulau Ambon AKP Deddy Putra mengatakan kepada Kompas.com, Kamis (5/2/2015), selain masih meminta keterangan dari tersangka, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) terkait kasus tersebut.

“Belum ditahan, sampai saat ini tersangka masih diperiksa. Kita juga sedang berkoordinasi dengan Komnas Perlindungan Anak,” ujarnya.

Raflex menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan KPA karena tersangka masih berstatus anak.

"Awalnya memang beredar kabar kalau dia itu umurnya 18 tahun, ada yang bilang 19 tahun, tapi saat kita cek langsung di ijazah serta dokumen lainnya, tersangka ini baru menginjak usia 17 tahun. Karena itu, kita harus berkoordinasi dengan Komnas PA,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Raflex membonceng rekannya, Frandi Melianus Maspaitella, mengendarai sepeda motor Yamaha RX King dengan kecepatan tinggi dari Kayu Tiga menuju Ambon, Rabu (4/2/2015). Karena kebut-kebutan, motor Raflex menabrak sebuah angkot yang berada di depannya. Akibat kecelakaan itu, Frandi meninggal setelah dirawat di RS Bhakti Rahayu. [Baca juga: Ugal-ugalan, Anak Bupati Tabrak Angkot Tewaskan Satu Orang]

Belakangan diketahui, Raflex menjalankan motor secara ugal-ugalan karena dalam kondisi mabuk. “Raflex dan rekannya itu dalam keadaan mabuk saat kecelakaan maut itu terjadi,” ungkap Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Iptu Meity Jacobus kepada wartawan, Rabu (4/2/2015). [Baca juga: Anak Bupati Ugal-ugalan Hingga Tabrak Angkot karena Mabuk]

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, Raflex sudah dijadikan tersangka dan masih dalam pemeriksaan kepolisian. Akibat perbuatannya, tersangka terancam lima tahun penjara. [Baca juga: Kecelakaan Lalin, Anak Bupati Terancam 5 Tahun Penjara]



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X