Kafe dengan Tarian Erotis Cuma Ditegur, Organisasi Pesantren NU Protes

Kompas.com - 05/02/2015, 09:47 WIB
ilustrasi KOMPAS.com/ Junaediilustrasi
|
EditorGlori K. Wadrianto
PROBOLINGGO, KOMPAS.com — Keputusan Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur, yang hanya memberikan peringatan keras terhadap pemilik kafe JJ Royal yang kedapatan menyediakan tarian erotis menuai protes dan kecaman.

Sejumlah pihak sebelumnya mendesak agar Pemkot menutup kafe tersebut. Salah satu kecaman datang dari Ketua Robithatul Ma'ahid Al-Islamiyah (organisasi pesantren) Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kota Probolinggo, Abdul Azis.

Dia menilai, Pemkot Probolinggo selalu menggunakan "kacamata kuda" ketika berhadapan dengan pengusaha. Padahal, pihak kepolisian sudah jelas menangkap tangan atas pelanggaran perusakan moral bangsa. (Baca: Tepergok Sediakan Tarian Erotis, Kafe "JJ Royal" Cuma Ditegur)

Azis pun mengaku heran Pemkot tak berani menutup kafe itu. Padahal, DPRD melalui Komisi A jelas-jelas merekomendasikan penutupan tempat hiburan malam yang dinilai meresahkan itu.

Bahkan, Komisi A merekomendasikan agar aktivitas di kafe itu dihentikan untuk sementara sambil menunggu proses hukum. Hal itu sejalan dengan proses penyelidikan yang tengah dilakukan aparat kepolisian untuk mengungkap dugaan tindak pidana atas "servis" tarian erotis tersebut.

Polisi kini masih menunggu keterangan saksi ahli apakah tarian erotis itu mengandung unsur pidana atau tidak. Yang jelas, pemilik, agensi, dan keenam penari erotis bersiap dijerat UU Pornografi.

"Ormas keagamaan NU, termasuk RMI NU, yang merupakan organisasi pesantren NU, juga meminta pemerintah agar betul-betul tegas menutupnya karena menimbulkan sumber kemudaratan luar biasa. Kota Probolinggo bukan kota suci, tapi semua sepakat bila Kota Probolinggo bukan kota maksiat," ujar dia, Kamis (5/2/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak tegasnya Pemkot, lanjut Azis, membuat upaya keras Satpol PP seolah sia-sia. Dia mengatakan, Satpol PP sebagai penegak perda dari pihak Pemkot sudah sering kali menunjukkan bukti pelanggaran yang cukup atas semua tempat hiburan malam yang melanggar Perda.

"Kami sangat apresiasi dan mendukung sikap dan langkah kawan-kawan dari korps coklat (polisi) yang melanjutkan penanganan kasus tersebut. Jangan salahkan masyarakat kalau sampai berbuat di luar batas kesabarannya untuk mengingatkan pejabat Pemkot. Kalau masih menunggu masukan MUI menutup kafe itu, tak mungkin Ketua MUI memberikan masukan soal ini. Lantas nunggu masukan dari siapa lagi? Mau bukti pelanggaran model apa lagi?" cetusnya. (Baca: Sajikan Tarian Erotis, Sebuah Kafe di Probolinggo Terancam Ditutup)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.