Istri Kepala Dinas Digerebek Pesta Sabu, Suaminya Lagi Dirawat di RS

Kompas.com - 04/02/2015, 17:45 WIB
Yuni Setyowati alias Yuyun (36), istri Kepala Dinas Pengairan Lamongan menutupi wajahnya dengan koran saat menjalani pemeriksaan bersama tiga tersangka lain di Mapolres Lamongan, Senin (2/2/2015). 
Surya/Hanif ManshuriYuni Setyowati alias Yuyun (36), istri Kepala Dinas Pengairan Lamongan menutupi wajahnya dengan koran saat menjalani pemeriksaan bersama tiga tersangka lain di Mapolres Lamongan, Senin (2/2/2015).
EditorCaroline Damanik

LAMONGAN, KOMPAS.com – Hingga Senin (2/2/2015) malam, penyidik masih terus memeriksa empat tersangka pengguna dan pemasok sabu, yaitu Yuyun, warga Desa Pakis, Kecamatan Plumpang, Tuban; Choneik Mashuri (37), warga Baureno, Bojonegoro; Eko Tomaji (38) warga Tanggulrejo, Babat; dan Sentot Margono (53), warga Tanggulrejo, Kecamatan Babat, Lamongan.

Dari tangan mereka saat penggerebekan, Minggu (1/2/2015), polisi menyita satu paket sabu seberat 0,5 gram dan satu plastik klip yang isinya bekas pakai.

Kapolres Lamongan AKBP Trisno Rachmadi menyatakan, penangkapan Yuyun dan rekan-rekannya berdasarkan laporan masyarakat yang menyatakan bahwa gudang tembakau di Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring, Lamongan, memang sering dipakai untuk pesta sabu.

Kepada petugas yang memeriksanya, Yuyun mengaku nyabu karena dijebak teman akrabnya, Choneik Mashuri. Namun, dia tidak bersedia menjelaskan kenapa sampai bisa dijebak. Saat ini, polisi masih menelusuri kebenaran pengakuan dari istri kepala dinas di Pemkab Lamongan ini.

Yuyun diketahui pula sebagai pemilik Wisma Karaoke di Tuban. Kebetulan, rumah Choneik berdekatan dengan tempat hiburan di jalan raya jalur Widang-Tuban itu.

Awalnya, Yuyun mengaku baru kali pertama ini menggelar pesta sabu bersama teman-teman lelakinya. Namun, setelah didesak, ia berterus terang sudah lima kali menggelar pesta serupa di tempat yang sama.

Mengenai asal sabu yang dipakai, Yuyun mengaku mendapatkan dari Choneik, sedangkan Choneik memperoleh dari Eko. Namun, Eko membantah hal ini.

"Saya diajak Choneik, jadi tidak tahu apa–apa,” ungkapnya.

Setelah didesak petugas, Eko mengaku membeli dari Sentot. Yuyun sendiri mengaku membelinya secara patungan dengan Choneik dan Eko.

Sementara itu, saat Yuyun digerebek sedang berpesta sabu, sang suami, Kepala Dinas Pengairan Lamongan, Supandi, diketahui tengah dirawat intensif di RS Muhammadiyah Lamongan.

Sampai saat ini, Rabu (4/2/2015), Yuyun mengaku belum berkomunikasi lagi dengan suaminya karena ponsel miliknya diamankan polisi sebagai salah satu barang bukti.

Yuyun pun mengaku belum dibesuk oleh keluarga, termasuk keluarga dari pihak suami. Yuyun mengakui bahwa sebelum penggerebekan, suaminya masih dirawat di rumah sakit. Dia belum mengetahui apakah sekarang suaminya sudah pulang dari rumah sakit atau belum. Sementara itu, anak-anaknya ada di rumah.

"Ya di rumah sama pembantu," katanya pelan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Regional
Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Regional
Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Regional
Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Regional
Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X