Polisi Periksa Petugas Sekuriti Bandara karena Seret Penumpang yang Laporkan Bau di Pesawat

Kompas.com - 03/02/2015, 03:44 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

KUPANG, KOMPAS.com — Tiga orang petugas keamanan Bandara Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kepolisian Daerah (Polda) NTT, terkait dugaan penurunan secara paksa terhadap penumpang tujuan Kupang–Ruteng bernama Aloysius Jacob (53) pada Senin (16/12/2014) lalu. Tiga petugas sekuriti tersebut adalah Andre Purba, Kasmin, dan Andry Tedens.

Pantauan Kompas.com di Mapolda NTT, Senin (2/2/2015), terlihat tiga petugas sekuriti tersebut datang ke Mapolda NTT diantar oleh pejabat PT Trans Nusa Cabang Kupang menggunakan mobil operasional Trans Nusa. Andre Purba, Kasmin, dan Andry Tedens langsung diarahkan masuk ke ruang pemeriksan oleh penyidik dan diperiksa sejak pukul 09.30 hingga pukul 12.30 Wita.

Di sela-sela pemeriksaan, Andre mengatakan, dirinya datang dalam memenuhi panggilan penyidik Polda NTT sebagai saksi dan sebagai warga yang taat kepada hukum. “Saya datang untuk diperiksa sebagai saksi. Sebagai warga negara yang taat hukum, maka saya siap menjalani pemeriksaan,” ujar dia.

Sementara itu, penasihat hukum tiga orang petugas sekuriti tersebut, Fransisco Bernando Bessi, mengatakan, yang menyeret Aloysius memang pihak kru kabin. Namun, penyeretan ini dilakukan atas perintah pilot.

“Pada saat itu memang pramugari memanggil karena diperintahkan pilot sampai kru kabin untuk turunkan Aloysius, tetapi bukan menyeret,” kata Fransisco.

Diberitakan sebelumnya, Aloysius Jacob, warga Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, melaporkan maskapai TransNusa ke Polda Nusa Tenggara Timur karena diturunkan paksa dengan cara diseret dari dalam pesawat itu. Dalam laporan bernomor LP/B/375/XII/2014/SPKT, Aloysius mengaku dikeluarkan dari pesawat karena melaporkan kepada awak pesawat bahwa dirinya mencium bau busuk di dalam ruangan pesawat. (Baca: Gara-gara Melaporkan Bau Busuk, Aloysius Diseret Keluar dari Pesawat)

Aloysius, yang ditemui Kompas.com di kediamannya di RT 004 RW 002, mengaku diseret keluar dari dalam pesawat saat akan take off dari Bandara Eltari Kupang menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai. Peristiwa itu, kata Aloysius, berawal saat dirinya bersama sang istri, Kristina Maria Noni, hendak terbang dari Bandara Eltari Kupang menuju Ruteng dengan pesawat TransNusa.

Setelah berada di dalam pesawat, ia mengaku mencium bau busuk. Ia lantas memberitahukan hal itu kepada kru kabin. Ia juga mengatakan bahwa dirinya bisa meninggal di dalam pesawat jika terus mencium bau seperti itu. Namun, lanjut Aloysius, pihak kru kabin tidak terima dengan perkataan Aloysius. Kru langsung melaporkan ke pilot.

Dua pramugari dalam penerbangan itu juga sudah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik kepolisian. Dua pramugari tersebut bernama Mellan dan Kristin. Pantauan di Mapolda NTT, Kamis (22/1/2015) sore, terlihat dua pramugari tersebut datang ke Mapolda NTT diantar oleh pejabat PT Trans Nusa Cabang Kupang menggunakan mobil Trans Nusa. (Baca: Seret Penumpang dari Pesawat, Dua Pramugari Diperiksa Polisi)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X