Kompas.com - 02/02/2015, 17:29 WIB
Penumpang memadati atap gerbong kereta rel listrik (KRL) ekonomi Bogor-Jakarta yang melintas di kawasan Tanjung Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2013). KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPenumpang memadati atap gerbong kereta rel listrik (KRL) ekonomi Bogor-Jakarta yang melintas di kawasan Tanjung Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2013).
EditorCaroline Damanik

PURWOKERTO, KOMPAS.com — Aksi vandalisme terhadap infrastruktur perkeretaapian di wilayah Jawa Tengah bagian selatan kembali terjadi. Kabel prasarana persinyalan kereta api sepanjang 10 meter di lintasan Sumpiuh-Kemranjen, Kabupaten Banyumas, dipotong pencuri. Selain menyebabkan kerugian sekitar Rp 30 juta, hal itu juga mengganggu perjalanan kereta api.

Manajer Komunikasi Perusahaan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto Surono, Minggu (1/2), mengatakan, kabel yang dicuri adalah kabel perangkat axle counter atau penghitung gandar KA di wilayah RT 004 RW 002, Desa Kuntili, Kecamatan Sumpiuh. Pencurian diketahui pertama kali oleh petugas Unit Sintelis PT KAI saat mengecek lokasi tersebut pada Jumat pagi.

Nirlam Suharistyanto, pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Sumpiuh, mengatakan, dirinya melaporkan gangguan perangkat persinyalan KA di Stasiun Sumpiuh kepada petugas Unit Sintelis PT KAI Daop V Purwokerto. Dia mencurigai lampu indikator jalur ke arah Stasiun Kemranjen yang menyala merah. Warna merah mengindikasikan kereta api tidak boleh masuk jalur tersebut karena sedang terjadi gangguan.

Berdasarkan laporan tersebut, lanjut dia, tim petugas Unit Sintelis PT KAI segera mengecek lokasi. Petugas mendapati dua kabel perangkat axle counter di Km 412+9 antara Stasiun Sumpiuh dan Stasiun Kemranjen dipotong, masing-masing sepanjang 5 meter. Di lokasi kejadian juga ditemukan selongsong kabel yang sudah dipotong tersebut.

”Pencuri mengupas dan mengambil isi kabel berupa tembaga,” ujar Surono.
Ganggu perjalanan

Akibat pencurian tersebut, kata Kepala PT KAI Daop V Purwokerto Ahmad Najib, PT KAI rugi sekitar Rp 30 juta. Selain itu, kejadian itu mengganggu perjalanan KA akibat gangguan persinyalan. Namun, gangguan tidak berlangsung lama karena petugas segera memperbaiki sistem persinyalan tersebut sebelum kereta api berikutnya melintas.

”Dengan adanya pemotongan kabel, perangkat penghitung gandar tak dapat bekerja sehingga tidak bisa mendeteksi kereta api yang lewat. Hal ini sangat membahayakan karena keberadaan kereta api di jalur tersebut tidak bisa terdeteksi,” katanya.
Informasi penduduk

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Surono mengatakan, PT KAI Daop 5 Purwokerto telah melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian Sektor Sumpiuh. Kepala Polsek Sumpiuh Ajun Komisaris Warsito mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti, antara lain dengan mencari informasi ke penduduk di sekitar lintasan rel tersebut.

Dari catatan Kompas, kasus vandalisme terhadap infrastruktur jalur KA di wilayah Jateng bagian selatan sering terjadi. Tiga tahun terakhir, paling tidak terjadi enam kali aksi pengganjalan rel dengan batu dan kayu.

November lalu, prasarana rel di emplasemen Stasiun Karanggandul, Kabupaten Banyumas dicuri. Saat itu, petugas PT KAI menangkap sejumlah pelajar yang kedapatan mencuri lebih dari 30 penambat bantalan rel. (GRE)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.