Polisi Jatim Bongkar Investasi "Online" Beromzet Rp 10 Miliar

Kompas.com - 26/01/2015, 20:47 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorFarid Assifa
SURABAYA, KOMPAS.com - Unit "Cyber Crime" Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar investasi "online" (daring atau dalam jaringan internet) melalui dua akun Facebook yang diikuti 1.400 peserta dengan omzet mencapai Rp 10 miliar.

"Tersangka MWA (perempuan) berumur 26 tahun yang berasal dari Manyar, Gresik itu dilaporkan enam korban pada Kamis (22/1). Lalu (tersangka) diantar keenam korban untuk menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya pada Jumat (23/1/2015)," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono di Surabaya, Senin (26/1/2015) sore.

Didampingi beberapa penyidik Unit "Cyber Crime" Polda Jatim, ia menjelaskan, keenam korban yang melapor itu berasal dari Bengkulu, Kalimantan, NTB (Lombok), Bekasi, Jatim (Blitar).

"Karena itu, kasus yang semula ditangani Polres Gresik dan Polrestabes Surabaya itu akhirnya dilimpahkan ke Polda Jatim. Dalam penangkapan tersangka, penyidik menyita 26 item barang bukti, di antaranya satu unit laptop, tiga handphone, tiga key bank, satu unit mesin EDC, tujuh ATM, enam kartu kredit, dan sebagainya," katanya.

Tentang modus penipuan online itu, ia mengatakan tersangka memiliki dua akun Facebook, yakni Grup Gerobax Michan Community (GMC) yang dibuat sekitar Oktober 2014 dan Big Owner GMC yang dibuat pada November 2014.

"Kedua akun itu digunakan tersangka untuk menawarkan investasi online mirip MLM (multi level marketing), lalu tersangka menjalankan aksinya dengan dibantu tiga tenaga administrasi," katanya.

Ketiga tenaga administrasi yang bertugas membuat daftar member dan mentransfer profit adalah BR (Pontianak), SW (Kediri) dan AL (Pati/Jateng).

"Yang jelas, tersangka sangat kooperatif, meski dia juga tertipu (penipu investasi online yang tertipu trading online)," katanya.

Dalam aksinya, tersangka menawarkan iming-iming persentase profit dalam arisan online dan investasi online. Misalnya, investasi Big Owner GMC dengan investasi 4 persen per hari profit atau investasi 100 persen per bulan gajian seumur hidup.

"Tersangka dijerat dengan Pasal 28 (1) juncto Pasal 45 (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar," katanya.

Secara terpisah, tersangka MWA mengaku dirinya memiliki pengalaman valuta asing (valas), karena itu dirinya tertarik untuk menjalankan bisnis valas.

"Saya tidak punya keinginan apa-apa, tapi saya cuma ingin memutar uang lewat trading online dengan keuntungan 200 persen atau sekitar Rp 350 juta dalam 21 hari, ternyata pengelola trading kabur," katanya.

Akhirnya, dirinya pun mengalami kesulitan keuangan, lalu dirinya berusaha meyakinkan peserta investasi online dengan berbagai macam alasan, tapi setoran benar-benar macet pada Desember 2014, sehingga bisnis online-nya pun macet.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X