Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kritik Ridwan Kamil terhadap Jokowi Selama 100 Hari Jadi Presiden

Kompas.com - 26/01/2015, 20:26 WIB
Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana

Penulis

BANDUNG, KOMPAS.com — Pada 28 Januari 2015 mendatang, genap 100 hari Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatan 2014-2019. Selama 100 hari ke belakang, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memiliki penilaian terhadap kepemimpinan Jokowi.

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, Presiden Jokowi belum optimal dalam membangun hubungan informal dengan para kepala daerah.

"Karena Pak Jokowi asalnya kepala daerah, saya berharap hubungan informal dengan kepala daerah harus jauh lebih aktif sehingga perubahan Indonesia yang banyak muncul di daerah bisa diakselerasi. Intinya, komunikasi dengan daerah harus lebih dioptimalkan. Kalau sekarang belum terlalu optimal," kata Emil di Tegalega, Kota Bandung, Senin (26/1/2015).

Emil menambahkan, Presiden Jokowi seharusnya bisa berkaca pada kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut dia, SBY belum optimal dalam membina hubungan antar-pemerintah daerah.

"Seharusnya bisa lebih baik dibanding presiden sebelumnya yang saya nilai kurang optimal," tuturnya.

Sisi positifnya, lanjut Emil, dalam 100 hari kepemimpinan Jokowi, pemerintah daerah diberikan pembelajaran untuk berhemat. Misalnya, pemerintah pusat mengeluarkan instruksi untuk menyediakan singkong dan makanan lokal untuk sajian serta pelarangan rapat di hotel.

"Yang dirasakan adalah penghematan," ucapnya.

Meski demikian, Emil meminta kepada Presiden Jokowi untuk meninjau ulang efektivitas program-program penghematan yang telah dibuat. Dikhawatirkan, program penghematan tersebut malah menyengsarakan PNS yang mengakibatkan motivasi untuk korupsi di pemerintah daerah semakin besar. Salah satu yang dikritik Emil adalah pemotongan uang perjalanan dinas, dari Rp 2,5 juta menjadi Rp 750.000.

"Turunnya jauh, saya juga enggak ngerti. Padahal, wajar-wajar saja perjalanan dinas dengan nilai sekian. Di daerah, kita ingin meningkatkan kesejahteraan PNS agar menghindari korupsi. Kalau dipotong, memberatkan juga," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com