Polisi Mataram: Pembunuhan Warga Singapura Tidak Terencana

Kompas.com - 26/01/2015, 16:30 WIB
Peti jenazah Ahmad Bin Suri (52) pria warga negara asing (WNA) asal Singapura yang tewas dianiaya di Mataram. KOMPAS.com/ Karnia SeptiaPeti jenazah Ahmad Bin Suri (52) pria warga negara asing (WNA) asal Singapura yang tewas dianiaya di Mataram.
|
EditorFarid Assifa
MATARAM, KOMPAS.com — Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mataram AKP Agus Dwi Ananta mengatakan, penganiayaan yang menewaskan Ahmad bin Suri (52), pria asal Singapura, bukan merupakan pembunuhan berencana.

Menurut Agus, hal ini dapat dilihat dari barang bawaan pelaku, Parto (30), saat kejadian. Di dalam tas yang dijadikan barang bukti, polisi menemukan peralatan yang biasa digunakan Parto untuk bekerja, seperti obeng dan pisau. Pisau inilah yang akhirnya digunakan oleh pelaku untuk menikam korbannya.

"Pelaku ini merupakan pemanjat tower, jadi pada saat dia ke TKP dia baru selesai kegiatan sehingga dia dikategorikan tidak berencana. Isu yang berkembang berencana, tetapi ini tidak berencana," kata Agus, Senin (26/1/2015).

Diberitakan sebelumnya, Ahmad bin Suri (52), warga negara asing (WNA) asal Singapura yang merupakan Wakil Manajer PLTD Tanjung Karang tewas akibat dianiaya di rumahnya di Perumahan Panji Pesona Blok A Nomor 10, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (24/1/2015) sekitar pukul 21.00 Wita.

Kejadian tersebut berawal saat pelaku Parto datang ke rumah korban untuk menengok anak dan istri pelaku yang saat itu tinggal di sana. Saat menemui istrinya, Parto bertengkar dengan istrinya. Korban pun berusaha melerai dan menyuruh Parto keluar dari rumah tersebut. Tidak terima dengan perlakuan korban, Parto naik pitam dan menikam korbannya berkali-kali hingga korban sekarat dan meninggal dunia.

Berdasarkan hasil visum RS Bhayangkara, terdapat lima tusukan di bagian dada dan kepala korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 351 ayat 3 tentang kekerasan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update: 46 Orang Meninggal akibat Gempa Mamuju dan Majene

Update: 46 Orang Meninggal akibat Gempa Mamuju dan Majene

Regional
Ini Motif Pelaku Pembunuh Mahasiswa Telkom yang Jasadnya Ditemukan Terlilit Kasur dan Terbungkus Plastik di Karawang

Ini Motif Pelaku Pembunuh Mahasiswa Telkom yang Jasadnya Ditemukan Terlilit Kasur dan Terbungkus Plastik di Karawang

Regional
Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Regional
Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Regional
Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X