Kompas.com - 22/01/2015, 15:44 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

Edo juga mencatat, 24 persen kecelakaan disebabkan perilaku tidak tertib. Karena itu, perlu peningkatan keterampilan mengemudikan mobil yang aman dan selamat bagi pengendara pemula.

Kepala Laboratorium Transportasi Universitas Indonesia Ellen Tangkudung mengatakan, kecelakaan lalu lintas diawali dengan pelanggaran. Pelanggaran ini menjelma dalam berbagai wujud, mulai dari mengabaikan rambu lalu lintas hingga mengendarai kendaraan tanpa kendali. Ekses pelanggaran ini bisa ringan, bisa berat. ”Penindakan terhadap pelanggaran harus dilakukan terus,” ucapnya.

Peningkatan infrastruktur

Hal lain yang mendesak dilakukan adalah perbaikan transportasi massal untuk menarik pengguna kendaraan pribadi beralih menjadi pengguna angkutan massal. Sebab, semakin sedikit pengguna kendaraan pribadi, semakin sedikit ragam kebiasaan berkendara. Pada akhirnya, kecelakaan bisa ditekan.

Angkutan umum yang baik selayaknya memfasilitasi pengguna sejak awal perjalanan hingga ke tempat tujuan. Infrastruktur pendukung mobilitas warga tak kalah penting, yaitu trotoar yang aman bagi pejalan kaki. Namun, kondisi trotoar banyak yang tidak layak sehingga memaksa pejalan kaki turun ke jalan raya. Akibatnya, pejalan kaki pun kian rawan menjadi korban kecelakaan.

”Infrastruktur menuntut kita untuk tertib. Kalau infrastruktur lengkap, kita relatif mudah untuk tertib. Tetapi, dengan kondisi trotoar saat ini, pejalan kaki suatu saat berjalan di trotoar, tetapi di saat yang lain enggak. Akibatnya, kita tidak biasa tertib berjalan di trotoar. Padahal, trotoar itu hak pejalan kaki. Kalau dia jalan tidak di trotoar, seharusnya dia salah,” katanya.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus berharap kota bersahabat dengan pejalan kaki. ”Namun, tiga tahun setelah kejadian Afriyani, belum terlihat gerakan besar yang memberikan fasilitas bagi pejalan kaki. Dengan anggaran Rp 5 miliar, misalnya, pemprov bisa membuat zebra cross secara masif ketimbang membuat satu jembatan penyeberangan,” katanya.

Dia berharap ada perbaikan dan integrasi angkutan massal. Sebagian besar pejalan kaki juga menjadi pengguna angkutan massal karena berjalan kaki merupakan sarana transportasi pengumpan menuju halte atau stasiun angkutan umum. (Agnes Rita Sulistyawaty)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Unjuk Rasa di Pantai Marbo, Nelayan Tallo Protes Pembangunan Rel At Grade

Regional
Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Bangun Mal Pelayanan Publik, Upaya Pemkab Wonogiri Ciptakan Pelayanan Lebih Bagi bagi Masyarakat

Regional
Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Regional
Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Bandar Lampung Segera Bangun 3 Hotel Baru, Wali Kota Eva: Dampak Positif dari Peningkatan Bisnis Penginapan

Regional
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Regional
Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.