Kompas.com - 22/01/2015, 15:16 WIB
Kapal Motor (KM) Thanh Cong 99612 dengan bobot 330 ton ditangkap Patroli Satuan Polair Polres Raja Ampat diperairan Misool Raja Ampat Papua Barat, Senin (19/1/2015). 10 ABK saat ini sudah diamankan di Mapolres Raja Ampat di Waisai. istimewaKapal Motor (KM) Thanh Cong 99612 dengan bobot 330 ton ditangkap Patroli Satuan Polair Polres Raja Ampat diperairan Misool Raja Ampat Papua Barat, Senin (19/1/2015). 10 ABK saat ini sudah diamankan di Mapolres Raja Ampat di Waisai.
|
EditorFarid Assifa
JAYAPURA, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Raja Ampat menetapkan nakhoda Kapal Motor (KM) Thanh Cong GT 55, Nguyen Trong Nhan (44), sebagai tersangka karena terbukti menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia tanpa surat izin.

Diberitakan sebelumnya, kapal penangkap ikan berbendera Vietnam, KM Thanh Cong GT 55 yang dinakhodai Nguyen Trong Nhan, tertangkap basah patroli Polair menangkap ikan hiu di Perairan Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Senin (19/1/2015) lalu. Dari penangkapan tersebut, patroli Polair mengamankan KM Thanh Cong GT 55 beserta 1 bundel dokumen kapal berbahasa Vietnam, alat tangkap jaring gill net, serta hasil tangkapan berupa 2.100 kilogram sirip hiu, 45 ekor penyu mati, 5 ekor ikan pari, dan 586 sirip ekor ikan pari. [Baca juga: Kapal Vietnam Tepergok Tangkap Hiu di Perairan Raja Ampat]

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Kombes Patrige Renwarin mengatakan, dari pemeriksaan terhadap nakhoda dan 11 orang ABK di Mapolres Raja Ampat terbukti tidak memiliki surat izin penangkapan ikan (SIPI) di perairan Indonesia.

“Nakhoda KM Thanh Cong GT 55, Nguyen Trong Nhan, terbukti telah melanggar Pasal 93 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan,” ungkap Patrige saat ditemui di Mapolda Papua, Kamis (22/1/2015).

Patrige menjelaskan, akibat pelanggaran tersebut, Nguyen Trong Nhan (44) diancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar.

Saat ini, menurut Patrige, tim pemeriksa dari Polda Papua dan Polres Raja Ampat sedang melengkapi berkas pemeriksaan untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Kami sedang koordinasi dengan Kejaksaan, kemungkinan dilakukan pemusnahan kapal sebagaimana kebijakan Menteri Perikanan dan Kelautan. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk mendeportasi para ABK kembali ke negara asal Vietnam,” tegas Patrige.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X