Kompas.com - 21/01/2015, 16:30 WIB
Sebuah benda purbakala berbentuk Yoni ditemukan di areal persawahan di Dusun Sangubayu Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang, Rabu (21/1/2015). Kompas.com/Ika FitrianaSebuah benda purbakala berbentuk Yoni ditemukan di areal persawahan di Dusun Sangubayu Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang, Rabu (21/1/2015).
|
EditorFarid Assifa
MAGELANG, KOMPAS.com — Lebih dari 400 benda cagar budaya (BCB) diperkirakan masih tercecer di berbagai wilayah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. BCB itu kebanyakan merupakan peninggalan masa kejayaan Hindu abad ke-7 hingga ke-8 Masehi.

Lilik Eko K, Staf Teknis Lapangan Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, menjelaskan, mayoritas dari ratusan BCB itu berbentuk kubus (yoni), dan beberapa pasangannya, seperti lingga, umpak, dan arca.

"Penemuan terbaru di Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, ada 7-10 BCB berupa yoni dan umpak. Kami menduga masih banyak BCB yang mungkin masih terpendam di daerah ini," ujar Lilik, Rabu (21/1/2015).

Selain di daerah kaki Gunung Sumbing itu, Lilik menyebutkan bahwa tiga yoni juga ditemukan di Desa Candisari, Kecamatan Secang. Beberapa yoni dan arca sapi (nandi) berada di Desa Candi, Kecamatan Tempuran. Adapun BCB berupa arca Siwa dan Durga ditemukan di Desa Baletirto, Kecamatan Salam.

Sementara itu, BCB berupa lingga banyak ditemukan di pekuburan Pekunden, Kecamatan Ngluwar. Diduga, lingga-lingga yang sudah dipakai warga untuk nisan makam itu berasal dari Candi Wukir dan Candisari yang letaknya tidak jauh dari kompleks pemakaman tersebut.

"Yoni dan lingga itu merupakan reruntuhan candi. Kebanyakan terbuat dari batu andesit, tetapi ada pula yang terdiri dari susunan batu bata, seperti yang ditemukan di areal kompleks Candi Mendut beberapa waktu lalu. Benda-benda itu biasanya dipakai untuk ritual pemujaan," urai Lilik.

Dijadikan fondasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Lilik, kebanyakan BCB ditemukan di areal persawahan, perkebunan, dan pekarangan rumah warga. Benda-benda purbakala itu dibiarkan begitu saja oleh warga. Namun, tidak sedikit pula yang telah dimanfaatkan untuk mengasah pisau, hingga menjadi fondasi rumah dan masjid.

"Semestinya benda-benda purbakala itu disimpan dan dirawat. Namun, karena masyarakat belum banyak yang tahu mengenai undang-undang perlindungan BCB, jadi mereka membiarkan saja," ucap Lilik.

Dia mengatakan, jika telanjur dijadikan fondasi dan tidak akan merusak bangunan andaikata diambil, maka BCB tersebut akan diamankan. Namun, jika berdampak pada kerusakan bangunan, seperti masjid, maka keberadaannya diperbolehkan.

Untuk sementara ini, lanjut Lilik, BCB maksimal hanya dapat diambil dan diamankan dari lokasi penemuan ke balai desa setempat, kecuali untuk BCB tertentu, yang bisa dipelihara di museum-museum purbakala pemerintah daerah.

Pengamanan ini penting, menurut Lilik, karena sejauh ini banyak BCB yang telah dirusak bahkan dicuri oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Menurut Lilik, dahulu, penemuan BCB hingga upaya konservasinya merupakan kewenangan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah. Namun karena cakupannya luas dan banyak, sementara sumber daya manusia sedikit, maka peraturan pun dibuat, yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 yang berarti bahwa pemda setempat memiliki kuasa untuk melakukan konservasi.

"Pemerintah akan memberikan kompensasi tertentu kepada warga yang menemukan BCB, termasuk pemilik tanahnya," pungkas Lilik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X