Kompas.com - 21/01/2015, 02:42 WIB
Lelang Ikan di Tanjung Luar Ricky Martin/KidnesiaLelang Ikan di Tanjung Luar
EditorHindra Liauw
JAMBI, KOMPAS.com- Penghentian sementara (moratorium) perizinan usaha tangkap ikan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak menimbulkan dampak yang berarti di Provinsi Jambi.

"Pasalnya dari rata-rata kapal nelayan yang berlayar di timur laut Jambi berada di bawah kapasitas 30 GT (gross tonnage)," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, H Saipudin, Selasa.

Dia mengatakan, maksud dan tujuan moratorium yang dikeluarkan oleh KKP tersebut untuk memulihkan sumber daya ikan yang sudah terkuras, perbaikan lingkungan yang rusak dan memantau kepatuhan pelaku usaha terhadap usaha penangkapan ikan, sehingga untuk kapal yang di atas 30 GT dan khususnya produksi dari luar negeri harus dibatasi dulu keberadaannya di wilayah laut Indonesia.

"Intinya kan moratorium itu untuk mencegah 'illegal fishing' yang biasa dilakukan oleh kapal-kapal besar, sementara kapal-kapal nelayan kita yang berlayar di timur laut Jambi umumnya menggunakan kapal dibawah 30 GT," kata Saipudin.

Dia juga mengatakan bahwa moratorium itu juga tidak hanya menyoal masalah izin kapal besar, tapi juga berkaitan dengan alat tangkap yang digunakan oleh pelaku usaha perikanan.

"Indikasinya kan kapal-kapal besar itu menggunakan pukat harimau (trawl) dan moratorium itu tujuannya untuk mendata hal itu agar tidak terjadi kecolongan lagi. Nah, nelayan kita di Jambi jangankan mau menggunakan trawl, melaut pun masih menggunakan perahu pompong," ujarnya.

DKP Provinsi Jambi saat ini, katanya, juga tengah melakukan sosialisasi kepada nelayan untuk menggunakan kapal di atas 30 GT, sehingga bisa melaut 12 mill ke atas.

"Kita terus sosialisasikan hal itu, bagaimana nelayan kita melaut dan minimal menggunakan kapal 30 GT, sehingga bisa berkompetisi di zona 12 mil ke atas," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak hanya menyosialisasikan penggunaan kapal 30 GT, pihaknya juga terus menyosialisasikan kepada nelayan untuk menggunakan alat tangkap di atas dua inchi, sebab di bawah dua inci itu tidak dibenarkan lagi dan dilarang, apalagi laut timur Jambi itu tempat ovivar bagi ikan di wilayah itu, katanya.

Peraturan Menteri Nomor 56/Permen-KP/2014 tentang penghentian sementara (Moratorium) perizinan usaha perikanan tangkap di Wilayah pengelolaan perikanan Indonesia sudah berlaku sejak 3 November 2014, dimana Permen tersebut menyebutkan, moratorium berlaku untuk kapal yang pembangunannya dilakukan di luar negeri dengan kapasitas di atas 30 GT.

Selama moratorium diberlakukan, pemerintah tidak akan menerbitkan izin kapal baru berupa Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), serta menangguhkan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI).

Dan untuk kapal yang dibangun dalam negeri untuk ukuran 30-60 GT, perpanjangan izin kapal SIPI dan SIKPI dapat dilakukan di UPT pelabuhan perikanan dan dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X