Divonis 14 Tahun, "Ratu Ekstasi" Nunukan Mengamuk dan Melemparkan Sandal

Kompas.com - 20/01/2015, 22:22 WIB
Normayanti berusaha menutupi wajahnay dari bidikan kamera wartawan saat sidang putusan perkara kepemilikan 1910 ekstasi. Normayanti diganjar hukuman penjara 14 tahun. KOMPAS.com/SUKOCONormayanti berusaha menutupi wajahnay dari bidikan kamera wartawan saat sidang putusan perkara kepemilikan 1910 ekstasi. Normayanti diganjar hukuman penjara 14 tahun.
|
EditorFarid Assifa
NUNUKAN, KOMPAS.com — Selama persidangan putusan kasus kepemilikan ekstasi sebanyak 1.910 butir, Normayanti selalu berusaha untuk menyembunyikan wajahnya di balik selendang putih yang dikenakan. Sesekali tangannya membetulkan letak selendang sambil menarik lebih rapat selendang tersebut untuk menutupi wajahnya.

Upaya tersebut dilakukan agar wartawan yang meliput jalannya persidangan tidak bisa mengambil gambar wajahnya. Upayanya tersebut berhasil. Beberapa wartawan yang meliput sidang "ratu ekstasi" dari Nunukan ini kesulitan menemukan sudut pandang gambar yang bagus. Banyak wartawan akhirnya menunggu sidang berakhir untuk mengambil gambar Normayanti digelandang kembali ke sel tahanan sementara Pengadilan Negeri Nunukan.

Sidang akhirnya selesai pukul 12.15 Wita. Semua wartawan menunggu Normayanti di pintu keluar sebelah barat dari ruang sidang dengan kamera siap membidik. Saat wartawan sedang memfoto, tiba-tiba Normayanti berteriak.

"Tidak adakah kerjamu. Kenapa kau foto-foto aku? Kamu orang suka foto mukaku, kulempar sandal kau. Gara-gara kalian aku jadi begini," ancam Normayanti diiringi makian kepada wartawan yang memotret sambil tangannya melepas sandal yang dikenakannya.


Beberapa wartawan yang meliput malah lari menyelamatkan diri, tetapi sebagian menimpali makian Normayanti sambil berkacak pinggang di pintu keluar saat akan digiring ke sel.

"Eee, kau yang merusak masyarakat kenapa salahkan kami? Kerja kami memang mengambil foto," ujar salah seorang wartawan lokal.

Sahutan wartawan yang sambil memotret malah membuat tensi kemarahan Normayanti meninggi. Sambil berjalan ke ruangan sel yang berada di sebelah barat gedung persidangan, Normayanti masih berteriak-teriak.

Lemparkan sandal

Setelah memasukkan terdakwa ke sel, tiga petugas pengadilan ngacir karena dilempari sandal oleh Normayanti. Kabarnya, sandal yang dilempar ke petugas pengadilan hilang.

Normayanti merupakan tersangka penyelundupan 1.910 butir ekstasi dari Malaysia ke Balikpapan. Polisi berhasil menangkap "ratu ekstasi" Nunukan tersebut.

Dalam putusannya, hakim ketua Yusriansyah, yang didampingi Nurachmat dan Hario Purwo Hantoro, menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada Normayanti. Selain itu, hakim juga mengenakan denda Rp 1 miliar dengan ketentuan jika tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama enam bulan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Regional
Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Regional
Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Regional
Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Regional
Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Regional
Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Regional
Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Regional
PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

Regional
Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Regional
Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Regional
Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Regional
Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Regional
Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Regional
Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X