Mahasiswa Stiper Sangatta Hilang di Danau Karangan

Kompas.com - 20/01/2015, 15:34 WIB
|
EditorFarid Assifa
SAMARINDA, KOMPAS.com - Marhadin (19), salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Sangatta, Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) dilaporkan hilang di danau air terjun Desa Karangan Ilir, Kutim, sejak Senin (19/1/2015) sekitar pukul 07.30 Wita.

Diketahui pada Jumat (16/1/2015), Marhadin bersama tiga orang rekannya yang tergabung Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Stiper berkunjung ke Desa Karangan. Rencananya, di desa tersebut akan diadakan acara Temu Pecinta Alam se-Kalimantan Timur, yang rencananya akan berlangsung pada 19 hingga 21 Februari. Sebagai tuan rumah, Mrhadin dan rekan-rekannya memutuskan untuk menyurvei lokasi acara.

Selama berada di Karangan, keempat mahasiswa tersebut mengunjungi beberapa lokasi dan ditemani dua orang perangkat Desa Karangan. Mereka mendatangi Gunung Tengkorak, Desa Batu Lepo, dan danau air terjun yang berada di kawasan HPH PT Sagara Indexin, Kutim.

Di danau tersebut, Marhadin tiba-tiba hilang saat sedang menikmati udara sejuk di tepi danau. Setelah tidak bisa menemukan Marhadin, kelima rekannya memutuskan untuk kembali ke Kota Sangatta dan melaporkan kejadian itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim.

Kepada wartawan, Kepala BPBD (Kutim) Zainuddin Aspan mengatakan, sejak dilaporkan hilang pada Senin (19/1/2015), tim BPBD Kutim langsung melakukan pencarian melibatkan tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat BPBD, Basarnas, TNI/Polri dengan dibantu masyarakat setempat.

“Hari ini tim gabungan sudah menuju lokasi sejak pukul 07.00 Wita. Informasinya, cuaca cerah semoga korban ditemukan. Namun hingga siang hari tadi belum ada tanda-tandanya,” kata dia, Selasa (20/1/2015).

Menurut data yang dikumpulkan, Marhadin merupakan mahasiswa Stiper Jurusan Agribisnis angkatan tahun 2014.

“Jadi identitas Marhadin yang kami ketahui baru nama dan tempat tinggalnya di Asrama Cempaka Gang Cempaka, Sangatta. Selain itu kami belum mendapatkan informasi valid,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X