Protes Kebijakan Menteri Susi, Nelayan Lobster Bentrok dengan Polisi

Kompas.com - 19/01/2015, 17:34 WIB
Demo Nelayan Lobster Protes Kebijakan Mentri Susi, Berakhir Ricuh. Aparat memukul mundur pendemo dengan semprotan water canon dan gas air mata. 
KOMPAS.com/ Karnia SeptiaDemo Nelayan Lobster Protes Kebijakan Mentri Susi, Berakhir Ricuh. Aparat memukul mundur pendemo dengan semprotan water canon dan gas air mata.
|
EditorFarid Assifa
MATARAM, KOMPAS.com — Demo nelayan lobster di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang memprotes kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti terkait aturan penjualan lobster pada Senin (19/1/2014) berakhir ricuh.

Seribuan lebih nelayan lobster yang datang dari Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat tersebut mendatangi kantor Gubernur NTB untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka menuntut pemerintah untuk menghapus Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/Permen-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

Menurut Gampang, petani lobster asal Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah, aturan menteri tersebut justru merugikan petani lobster. Sebab, dalam aturan tersebut, pemerintah memberikan pembatasan spesifikasi berat bibit lobster menjadi minimal 300 gram. Padahal, para petani biasa mengekspor bibit lobster dengan berat 50-100 gram.

"Kalau saya lihat aturan ini mau menangnya sendiri. Kami minta aturan itu dihapus dan ekspor lobster kembali normal. Sudah seminggu ini kami tidak ada penghasilan," kata Gampang, Senin (19/1/2015).

Namun, aksi demo yang awalnya berlangsung tertib tersebut berakhir ricuh. Kericuhan berawal saat para pendemo merusak baliho di depan kantor gubernur dan memecah beberapa lampu taman. Situasi di depan kantor gubernur pun mulai memanas ketika beberapa orang pendemo melempari air mineral dan batu ke arah petugas. Petugas yang sudah siap berjaga membalas dengan semprotan water cannon dan tembakan gas air mata. Pendemo yang mayoritas adalah nelayan lobster pun lari kocar-kacir.

Satu buah truk yang terparkir di depan kantor gubernur menjadi sasaran aparat. Kaca bagian depan truk tersebut dipecah. Sementara itu, Zaini, yang saat itu berada di dalam truk, mengalami luka lecet akibat dipukul oknum aparat. Ketegangan mulai mereda ketika perwakilan dari para nelayan keluar dari kantor Gubernur NTB.

Menurut Taufik Hidayat, koordinator aksi Aliansi Masyarakat Nelayan untuk Nusa Tenggara Barat, Gubernur berjanji akan memanggil Kepala Balai Karantina Ikan untuk mencari solusi terbaik. Ia menyayangkan bentrok yang terjadi antara aparat kepolisian dan para pendemo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Terkait insiden perusakan mobil, menurut saya, ada miskomunikasi antara teman kami yang di dalam dan aparat di sini sehingga terjadi gesekan yang tidak kami harapkan. Kami sangat menyayangkan kejadian ini," kata dia.

Setelah ditenangkan, para pendemo membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke daerahnya masing-masing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Kebiasaan Baru Ganjar, Bagikan Beras dan Sembako Saat Kunjungan ke Luar Kota

Regional
Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X