Kompas.com - 18/01/2015, 05:07 WIB
Tran Thi Bich Hanh alias Asyin (baju putih), warga negara Vietnam yang menjalani hukuman mati karena kasus penyelundupan narkotika. DOK JOGLOSEMARTran Thi Bich Hanh alias Asyin (baju putih), warga negara Vietnam yang menjalani hukuman mati karena kasus penyelundupan narkotika.
|
EditorErvan Hardoko
BOYOLALI, KOMPAS.com - Suara tembakan saat eksekusi Tran Thi Bich Hanh atau Asyin dilakukan membuat warga Boyolali terkejut. Warga yang mendengar kabar bahwa eksekusi digelar di Markas Brimob, Desa Mojosongo, membuat warga beramai-ramai mendatangi tempat itu.

Meski sempat dibubarkan namun beberapa warga masih bertahan di sekitar Markas Brimob. Pada Minggu (18/1/2015) sekitar pukul 00.30 dini hari, warga mendengar suara tembakan. Salah sepramh warga merasa terkejut kaget dan ketakutan mendengar suara tembakan itu.

Irvan, warga Mojosongo, mengaku kaget dan tidak menduga suara tembakan yang terdengar begitu keras. Menurut Irvan, suara tembakan tersebut terdengar sekitar pukul 00.35 WIB. Saat bercerita kepada sejumlah wartawan, Irvan mengaku masih terkejut akibat mendengar suara tembakan.

"Masih shock mas, tidak menyangka keras banget," kata Irvan.

Hal senada diungkapkan Rizky, juga warga Mojosongo. Pemuda ini mengatakan dirinya tertarik untuk datang ke markas Brimob setelah mendengar kabar akan digelarnya eksekusi hukuman mati terpidana kasus narkoba.

Rizky yang datang bersama teman-temannya berdiri di seberang jalan pintu gerbang markas Brimob. "Suaranya keras banget, dan tadi sempat kaget,"katanya.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh Kompas.com, eksekusi Asyin dilakukan di lapangan tembak Markas Nromob, Gunung Kendil, Boyolali. Eksekusi terpidana mati Asyin dilakukan pada pukul 00.45 wib, dan dipastikan sudah meninggal dunia pada pukul 01.25 wib.

Tak berselang lama, warga berangsur angsur meninggalkan lokasi markas Brimob. Jenasah rencannya akan di kremasi di Semarang, Jawa Tengah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X