20 Persen Ternak Mati dalam Pengangkutan, Jonan Diminta Sediakan Kapal Khusus

Kompas.com - 16/01/2015, 03:13 WIB
Para pekerja di showroom sapi kurban di Depok, 30 September 2014. Showroom awalnya menjual mobil, berganti menjadi menjual sapi besar seharga hingga 250 juta per ekor, berupaya memikat para elite kaya raya agar tertarik untuk berkurban. AFP PHOTO / ADEK BERRYPara pekerja di showroom sapi kurban di Depok, 30 September 2014. Showroom awalnya menjual mobil, berganti menjadi menjual sapi besar seharga hingga 250 juta per ekor, berupaya memikat para elite kaya raya agar tertarik untuk berkurban.

KUPANG, KOMPAS.com - Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Pemprov DKI Jakarta terkait peternakan, anggota DPD RI asal provinsi NTT, Ibrahim Agustinus Medah mendesak Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk menyediakan kapal khusus untuk mengangkut ternak dari NTT ke Jakarta. Desakan senator Ibrahim Medah itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara Komite II DPD RI dengan Menteri Perhubungan di lantai III Kompleks Parlemen, Kamis (15/1/2015).

Menurut Medah, NTT sebagai salah satu provinsi penghasil ternak di Indonesia tiap tahun bisa mengirim hingga 100.000 ekor sapi ke luar NTT. Namun, karena menggunakan kapal barang yang bukan kapal khusus ternak, sekitar 20 persen ternak di antaranya mati.

"Ini jumlah yang sangat besar sehingga menimbulkan kerugian yang sangat besar pula bagi provinsi NTT," ujar Ibrahim Medah dalam siaran pers yang diterima Kompas.com di Kupang dari Ibrahim Medah.

Dikatakan Medah, jika disiapkan sebuah kapal khusus untuk ternak dengan fasilitas yang menunjang dari aspek pakan dan kebersihannya, maka angka kematian ternak di saat pengiriman dari NTT ke luar daerah akan berkurang. Tentu ini membawa keuntungan besar bagi daerah.

Pada kesempatan itu, Medah juga mendesak Menteri Perhubungan RI untuk menyediakan satu armada kapal perintis milik negara yang besar untuk melayani masyarakat NTT yang secara topografi adalah provinsi kepulauan.

"Iklim di NTT membutuhkan kapal perintis yang besar karena cuaca yang tidak bersahabat di NTT itu berlangsung hingga empat bulan lamanya. Ini sangat menghambat arus transportasi barang dan manusia antar pulau di NTT," kata mantan bupati Kabupaten Kupang dua periode itu.

Tidak hanya itu, Ibrahim Medah juga mendesak Menteri Perhubungan untuk segera membangun sebuah bandara komersil di Kota Kupang, lantaran bandara El Tari yang saat ini digunakan oleh publik merupakan lokasi tanah milik TNI-AU. Tanah itu juga masih berstatus sengketa dengan masyarakat adat setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan ketua DPRD Provinsi NTT itu menjelaskan, lantaran tanah di bandara El Tari Kupang itu milik TNI –AU, maka segala investasi penerbangan sipil di bandara itu mubazir. Karena itu Pemprov NTT sudah menyiapkan lahan untuk dibangun sebuah bandara sipil di Kupang.

"Saya yakin bapak Menteri Perhubungan sudah mencatat menyetujui dan akan melaksanakan pembangunan bandara sipil untuk NTT," kata Ibrahim Medah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.