Sopir dan Kernet Truk Ditahan karena Gelapkan Pupuk Subsidi

Kompas.com - 15/01/2015, 15:54 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa
BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Sopir dan kernet truk ekspedisi ditangkap polisi gara-gara bersekongkol menggelapkan pupuk curah bersubsidi. Mereka adalah Diky Darmawan alias Ujang (23), sopir, dan Rizki (30), kernet, keduanya warga Lampung Utara.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung, Kamis (15/1/2015), menjelasan, pengungkapan ini berasal dari informasi masyarakat tentang adanya pupuk yang diturunkan di tepi jalan dan ditutup terpal.

"Setelah dilakukan penyelidikan, pupuk itu ternyata milik perusahaan pupuk swasta di Kecamatan Panjang, Bandarlampung," kata Dery.

Modus operandinya, perusahaan menggunakan jasa ekspedisi dari kedua tersangka untuk mengangkut pupuk SP 36 dari Pelabuhan Panjang ke lokasi pengepakan perusahaan masih di lokasi itu.

"Sebanyak 36 ton yang dibawa ke gudang. Namun saat menurunkan barang, kedua tersangka ini menyisakan 3 ton pupuk di bak truknya," katanya lagi.

Kemudian di tengah jalan, keduanya mengemas sisa pupuk tadi ke dalam karung, lalu dijual kembali ke kelompok tani sayur di Subak, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Menurut pengakuan tersangka, pupuk itu dijual seharga Rp 1.500/kilogram kepada petani dan hasil penjualan itu dibagi dua. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 2 ton pupuk yang belum terjual dan satu unit dump truck warga orange.

"Menurut pengakuan tersangka dia baru tiga kali melakukan penggelapan ini. Kami masih mencari siapa penadahnya," pungkas Dery.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Satu Jemaah Tabligh Asal Lampung Positif Covid-19 di Bengkulu

Regional
Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Seorang Pria di Kupang Cabuli Calon Anak Tirinya, Kepergok Ibu Korban

Regional
Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Upaya Pemkot Balikpapan Cegah Corona, Penutupan Ruas Jalan hingga Penerapan Jam Malam

Regional
Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Rumah Zakat Kirim Paket Makanan ke Warga Terdampak Corona, Dibeli dari Warung Kecil dan Diantar Ojek Online

Regional
Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Fakta Karantina Wilayah Surabaya, Akses Khusus Pelat L, Orang yang Masuk Disterilkan

Regional
Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Khawatir Terjangkit Corona, Puluhan Warga Manggarai Timur Memilih Tinggal di Kebun

Regional
UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

UPDATE: 1 PDP Corona di Batam Meninggal, Pasien Punya Riwayat Pergi ke Malaysia

Regional
40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan 'Lockdown'

40 Akses Masuk ke Trenggalek Ditutup, Bupati Sebut Bukan "Lockdown"

Regional
Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Polres Salatiga Patroli Siber Buru Penyebar Hoaks Corona

Regional
TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X