Polisi Berkilah Warga Tak Kooperatif, "Paniai Berdarah" Mandek

Kompas.com - 15/01/2015, 10:19 WIB
Sejumlah anak-anak yang dipukuli sekelompok orang bersenjata yang tidak dikenal di Pondok Natal Kampung Ipakije, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Minggu (7/12/2014) lalu. .Sejumlah anak-anak yang dipukuli sekelompok orang bersenjata yang tidak dikenal di Pondok Natal Kampung Ipakije, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Minggu (7/12/2014) lalu.
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAYAPURA, KOMPAS.com – Kepolisian Daerah Papua belum menetapkan seorang pun yang menjadi tersangka pada peristiwa bentrok berdarah yang menewaskan empat orang serta belasan warga dan aparat mengalami luka-luka di Lapangan Karel Gobai, Kabupaten Paniai, 8 Desember, tahun lalu.

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Yotje Mende mengakui lambannya pengungkapan kasus tersebut karena polisi kesulitan mendapatkan keterangan dan bukti lapangan dari warga setempat.

Menurut Yotje, dalam kasus tersebut ia sudah memerintahkan Direktur Kriminal Umum Polda Papua untuk memimpin penyelidikan, namun terbentur sikap tidak kooperatif dari warga. “Kami sudah memeriksa 56 orang saksi di antaranya 20-an orang anggota kepolisian, 20-an orang warga dan ada satu dua anggota TNI. Namun hingga kini, kami masih kesulitan karena penduduk Pondok Natal (Kampung Ipakije) belum kooperatif,” kata Yotje saat ditemui di Mapolda Papua dalam acara pisah sambut Wakapolda dan Irwasda Polda Papua, Rabu (14/1/2015) kemarin.

Dalam pengungkapan kasus yang sempat menjadi sorotan media internasional tersebut, Yotje mengaku ada pihak-pihak yang berusaha mengganggu proses penyelidikan dengan memberikan informasi yang menyesatkan.

“Sudah banyak pihak yang melakukan penyelidikan dan kami pun tetap berkonsentrasi untuk mengungkap kasus ini. Untuk kendala yang kami hadapi, kami sudah berusaha bekerjasama dengan pihak Ombudsman, Komnas HAM dan pihak gereja agar masyarakat mau terbuka memberikan keterangan,” ungkap Yotje.

Dijelaskan Yotje, polisi fokus untuk mencari provokator yang menggerakkan ratusan warga yang semula hanya berkumpul di Pondok Natal, Kampung Ipakije, kemudian berjalan sejauh lima kilometer ke Enarotali.

“Siapa yang memprovokasi mereka, seketika itu dalam waktu yang tidak sampai 12 jam saja bisa mengkondisikan ratusan orang bisa menyerang Koramil dan Polsek,” ungkap Mende.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Dewan Adat Paniai, John Gobay mengatakan tidak kooperatifnya warga karena kehilangan kepercayaan kepada aparat TNI-Polri. “Mereka berpikir untuk apa memberikan keterangan kepada pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Semua sudah melihat di lapangan, sehingga mereka marah dan terluka. Kasus serupa sudah berulang di Paniai dan tak pernah ada penyelesaian,” ungkap Gobay melalui telepon selulernya.

Gobay berharap, segera dibentuk tim independen untuk menyelidiki kasus ini yang diisi oleh pihak dari lembaga yang bisa dipercaya oleh masyarakat sehingga warga mau memberikan keterangan apa yang mereka lihat dan rasakan.

“Kami berharap pemerintah segera membentuk tim independen yang ditugaskan untuk menyelesaikan kasus Paniai. Ini penting agar pelaku diproses dan jadi pelajaran bagi pelaku yang adalah oknum aparat, agar tidak arogan saat menjalankan tugas,” tegas Gobay.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.