Gara-gara Helm Tertukar, 2 Mahasiswi Akper Kena Skorsing Setahun

Kompas.com - 14/01/2015, 20:45 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorFarid Assifa
PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Dua mahasiswi Akademi Keperawatan (Akper) Pangkalpinang, Aorta Shafira dan Feranita, Rabu (14/1/2014) mendatangi Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, guna mengadukan skorsing yang diberikan kampus mereka.

Dalam pertemuan di gedung DPRD di Pangkalpinang, Rabu, terungkap bahwa skorsing itu dijatuhkan akibat tertukarnya helm di halaman parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungailiat, Kabupaten Bangka, awal Desember lalu.

"Kami datang ke DPRD untuk mengadukan nasib kami kepada anggota dewan. Skorsing selama satu tahun ini terlalu berat bagi kami hanya karena tertukarnya helm. Kami berharap kami mendapat keadilan," ujar Aorta.

Ia mengatakan, dirinya bersama Feranita mendatangi Komisi IV DPRD Bangka Belitung yang memang memiliki wilayah kerja di sektor pendidikan. Kedatangannya pun disambut positif salah satu anggota Komisi IV, Rina Tarol.

"Kami sangat berterima kasih kepada ibu Rina Tarol yang telah menerima pengaduan kami dan peduli terhadap nasib kami. Tidak ada yang kami minta, kecuali kami dapat kuliah lagi karena kami sudah hampir lulus, sudah semester enam," katanya.

Menurut dia, skorsing selama satu tahun tentu akan membawa dampak besar bagi dirinya dan Feranita sebab akan memperlama kelulusan mereka. Selain itu, keduanya juga merasa berat untuk membayar uang kuliah sebesar Rp 7 juta namun tidak ikut perkuliahan.

"Sanksi ini terlalu berat bagi kami karena hanya persoalan tertukarnya helm. Dan, kami tidak pernah memiliki niat untuk mencuri namun cuma tertukar karena terburu-buru. Pemilik helm juga sudah memahami dan helmnya sudah dikembalikan. Kenapa kampus kami yang justru tidak memahami kami," ujarnya.

Pada 6 Desember 2014, dua mahasiswi Akper Pangkalpinang melakukan praktik di RSUD Sungailiat, sebagai bagian dari aktivitas perkuliahan mereka. Saat hendak pulang, Aorta salah mengambil helm yang merupakan milik pegawai RSUD itu.

Saat dihubungi, keduanya yang menyadari kekeliruan tersebut sepakat bertemu untuk mengembalikan helm tersebut kepada pegawai RSUD dan pemilik helm tidak mempersoalkan hal tersebut.

Namun pada 10 Desember, Akper Pangkalpinang mengeluarkan surat skorsing kepada keduanya dengan alasan melakukan pencurian. Kedua mahasiswi lantas meminta pemilik helm menjelaskan hal tersebut dan mengirimkan surat yang menyatakan hal tersebut bukan pencurian namun kesalahpahaman, namun Akper Pangkalpinang tetap bersikukuh untuk memberikan sanksi dengan alasan kedua mahasiswi telah melakukan pencurian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

127 Anak Positif Covid-19 di Surabaya, Terpapar dari Orangtua

Regional
Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

Sebelum Tewas, Penyerang Polsek Daha Selatan Terlebih Dahulu Bakar Mobil Patroli lalu Serang Polisi

Regional
Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Unggah Postingan Bernada Kebencian pada Institusi Polisi, Ibu Rumah Tangga Ditahan

Regional
Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

Mobil Polisi yang Dibakar Pelaku Penyerangan Mapolsek di Kalsel Sempat Meledak

Regional
Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan 'New Normal'

Nihil Kasus Corona, 12 Kabupaten di NTT Siap Terapkan "New Normal"

Regional
Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

Sepeda Motor Terbakar Usai Kecelakaan di Depan SPBU, Pelajar SMA Tewas

Regional
Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

Regional
Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

Pendaftaran PPDB Surabaya Dapat Diakses lewat Aplikasi Android

Regional
Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

Sebelum Meninggal, Polisi di Kalsel Sempat Berikan Perlawanan pada Pelaku Penyerangan

Regional
Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

Fakta Mapolsek Daha Selatan Diserang OTK, Anggota Polisi Tewas dan Ditemukan Dokumen ISIS

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 1 Juni 2020

Regional
Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Menghafal Pancasila

Regional
Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

Jajarannya Nekat Korupsi Saat Pandemi, Ganjar Langsung Seret ke KPK

Regional
Sambut 'New Normal' di Babel, 6 Sekolah Dibuka, Kecuali di Pangkalpinang

Sambut "New Normal" di Babel, 6 Sekolah Dibuka, Kecuali di Pangkalpinang

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Juni 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Juni 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X