Ladang Palawija di Gunungkidul Rusak Dijarah Kera Ekor Panjang

Kompas.com - 11/01/2015, 03:11 WIB
Kera ekor panjang bermain di hamparan savana Bekol di dalam kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (18/4/2013). Baluran terkenal dengan sebutan Africa Van Java karena hamparan savana dan binatang liarnya. KOMPAS/HARRY SUSILOKera ekor panjang bermain di hamparan savana Bekol di dalam kawasan Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (18/4/2013). Baluran terkenal dengan sebutan Africa Van Java karena hamparan savana dan binatang liarnya.
|
EditorFarid Assifa
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Para petani di Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul resah karena tanaman palawija milik mereka diserang ratusan kera ekor panjang.

"Sekitar dua bulan ini, kera ekor panjang turun dari bukit masuk ke lahan pertanian," ucap Ariawan, salah satu petani jagung di Desa Kenteng, Kecamatan Ponjong, Sabtu (10/1/2015).

Ariawan menjelaskan, selama dua bulan terakhir, setiap pagi petani selalu menjumpai tanamannya dalam keadaan rusak dan sebagian tercerabut. Beberapa tanaman yang dirusak antara lain jagung, kedelai dan ketela.

"Ya, banyak yang mati. Tanaman dicabuti. Lokasinya juga pindah-pindah tidak satu tempat. Mereka (kera ekor panjang) dari atas bukit, mungkin kehabisan makanan," katanya.

Menurut Ariawan, ratusan kera ekor panjang itu biasanya masuk ke area pertanian warga pada malam hari. Mereka tahu kalau sore hari petani sudah pulang dari ladang.

Para petani sudah melakukan upaya pencegahan dengan bersama-sama memasang jaring. Namun sampai saat ini tidak satu pun kera ekor panjang yang terjebak jaring. Karena itu, saat ini petani hanya bisa menakut-nakuti kera agar tidak mendekati ladang, dengan membuat bunyi-bunyian dari bambu.

Para petani berharap ada tindakan dari pemerintah daerah untuk menghalau serangan kera ekor panjang ke ladang mereka. Misalnya seperti yang dilakukan tahun lalu dengan memberikan kera-kera itu makanan berupa buah-buahan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.