Bersiap Identifikasi Dalam Jumlah Banyak, Sebagian Besar Tim DVI Diistirahatkan

Kompas.com - 10/01/2015, 08:36 WIB
Posko DVI Biddokes Polda Kalteng di RSUD Imanuddin Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah yang dijadikan tempat transit jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 sebelum diberangkatkan ke Surabaya, Jawa Timur. kompas.com/dani prabowoPosko DVI Biddokes Polda Kalteng di RSUD Imanuddin Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah yang dijadikan tempat transit jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 sebelum diberangkatkan ke Surabaya, Jawa Timur.
|
EditorDesy Afrianti
SURABAYA, KOMPAS.com - Sebagian besar tim Disaster Victim Identification (DVI) yang mengidentifikasi jasad korban AirAsia QZ8501 diistirahatkan dari Jumat (9/1/2015) hingga Sabtu (10/1/2015) ini. Tim akan bersiap untuk identifikasi dalam jumlah banyak.

"Sebagian besar diistirahatkan karena memang jenazah yang diidentifikasi tinggal sedikit," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Awi Setiyono di Crisis Center Polda Jawa Timur, Jumat malam.

Awi mengatakan, sepanjang Jumat hingga Sabtu, hanya satu tim DVI yang dikerahkan untuk mengambil data postmortem untuk kemudian dicocokkan dengan data antemortem.

Awi mengakui, kerja tim DVI, khususnya pada hari-hari belakangan, cukup berat. Kondisi jasad yang diidentifikasi tidak lagi bagus sehingga membutuhkan ketelitian dan kecermatan yang menguras tenaga para ahli.

Hingga Sabtu pagi, tim DVI telah menangani 48 jasad korban jatuhnya AirAsia QZ8501. Jumlah itu termasuk tujuh jasad yang datang pada Jumat malam dengan rincian lima jasad berjenis kelamin laki-laki dewasa dan dua jasad berjenis kelamin perempuan dewasa.

Dari jumlah itu, 27 jasad berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan ke keluarganya. 21 jasad sisanya berada dalam cold storage Rumah Sakit Bhayangkara di mana 14 jasad di antaranya hanya menunggu rapat rekonsiliasi.

"Itu dia kenapa tim kami istirahatkan dulu. Itu untuk mempersiapkan proses identifikasi yang berjumlah banyak nantinya," ujar Awi. Kendala Identifikasi Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jawa Timur Komisaris Besar Budiyono membenarkan bahwa kondisi jenazah sudah tidak dalam kondisi baik. Oleh sebab itu, tim DVI sudah mengandalkan identifikasi melalui DNA.

"Tingkat ketelitian identifikasi melalui DNA itu nyaris sempurna. Satu kesalahan dibanding enam ribu triliun pemeriksaan," ujar dia.

Namun, ketepatan tersebut berlaku hanya untuk jasad dengan data postmortem DNA-nya dalam kondisi baik. Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Komisaris Besar Putut Cahyowidodo, mengatakan kondisi jasad berhari-hari di laut, mampu membuat dinding sel tempat DNA berada, pecah.

Jika demikian, DNA bisa menyebar ke sekelilingnya. Atas kasus ini, lanjut Putut, sangat mungkin DNA seseorang menempel di tubuh jenazah lain yang berada berdekatan. Jika demikian, proses identifikasi pun menjadi sangat rentan salah.

Sebab, jenazah mungkin saja tertukar. "Untuk saat ini, kami menganggap tulang paha mampu memberikan sampel DNA yang baik. Tetapi ini untuk saat saat ini saja, tidak tahu ke depannya bagaimana," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Regional
Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Regional
Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Regional
Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Regional
Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X