Kompas.com - 08/01/2015, 20:56 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/NAZAR NURDINGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
|
EditorHeru Margianto

SEMARANG, KOMPAS.com
– Gugatan perdata oleh mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra mewakili PT Indo Perkasa Utama (IPU) dinilai salah alamat oleh Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, gugatan yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 1,6 Triliun itu tidak berkorelasi dengan isi uraian dalam materi gugatan. Baca: Digugat Yusril Rp 1,6 Triliun, Gubernur Jateng Didampingi Pengacara Negara.

“Itu gugatan masak perdata. Kalau tidak salah, yang dipersoalkan awal itu soal blokir-blokiran. Kalau hal itu mestinya ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Tapi ini kok ke PN (Pengadilan Negeri), salah alamat,” kata Ganjar, di Semarang, Kamis (8/1/2014). (Tanggapan Yusril soal salah alamat silakan baca: Yusril Nilai Ganjar Pranowo Tidak Paham soal Aset Negara).

Ia mengatakan, jika persoalan sengketa lahan yang terletak di Wilayah Semarang Barat itu dipermasalahkan, pastinya akan berbicara soal hak atas tanah. Ganjar menganggap upaya masuk ke pengadilan hanya sekedar uji coba semata.  Menurut dia, peruntukan lahan tak sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati.

Ganjar juga mengaku terkejut ada anggota masyarakat yang justu ikut masuk menjadi tergugat intervensi, karena tak ingin ada tanah negara yang hilang.

Izin

Sementara soal izin, Ganjar menyatakan, pihaknya tidak pernah memberikan izin pengalihan hak penggunaan lahan dari aset sengketa tersebut. Jika ada izin pemindahan hak atas tanah, tentu semestinya dikeluarkan oleh pemilik hak pengelola lahan, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Seluruh izin yang ada yang dialihkan bukan izin dari saya. Baik itu izin yang sudah ada maupun yang tidak ada atau diblokir. Kalau ada izin pengalihan itu artinya apa kalau tidak melanggar? Sementara yang beralih menjadi milik milik pribadi itu artinya apa?” ujar dia.

Menurut Ganjar, pemilik Hak Pengelolaan (HPL) adalah Pemprov Jawa Tengah. Sementara, hak guna bangunan yang dibangun di atas HPL memang diperbolehkan sepanjang sesuai ketentuan.

“Tapi, kalau mau dialihkan harus izin ke saya. Ini tidak dialihkan. Coba dicek,” kata dia.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang sendiri, ada salah satu warga yang mengajukan diri menjadi tergugat intervensi. Warga tersebut lantas diberikan waktu oleh majelis hakim untuk membacakan permohonannya.

Usai dibacakan, hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto meminta para pihak untuk memberikan persetujuan atas masuknya tergugat intervensi tersebut. Para pihak pun diminta untuk memberi jawaban secara tertulis dalam waktu sepekan untuk menanggapi permohonan intervensi. 

Baca juga: Digugat Yusril Rp 1,6 Triliun, Ganjar Gugat Balik Rp 555 Miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X