Kompas.com - 08/01/2015, 09:19 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorGlori K. Wadrianto
BIREUEN, KOMPAS.com - Hampir empat bulan berlalu setelah gadis penyandang disabilitas ini diperkosa, keluarga korban mempertanyakan lambannya proses hukum yang dilakukan. Alhasil, keluarga korban meminta bantuan sebuah LBH untuk menyurati DPRK Bireuen.

Korban, Aslizar (24), warga Desa Geulanggang Teungah, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh, mengaku menjadi korban pemerkosaan pada 7 September 2014 kemarin.

Peristiwa tragis tersebut diduga dilakukan oleh seorang oknum tenaga medis di RSUD dr Fauziah, Bireuen yang juga dilakukan di rumah sakit "pelat merah" tersebut.

Kakak ipar korban, Nurhayati mengisahkan perkosaan itu terjadi persis saat Aslizar menemani ayahnya yang terbaring sakit di ruang rawat paru pada awal September 2014 kemarin. ”Sekira pukul 09.00 wib pagi masuk oknum perawat yang bermaksud mengganti cairan infus ayah, entah bagaimana ia bisa mengajak pelaku ke ruang isolasi paru di sebelahnya,” ungkap Nurhayati.

Di sana, Aslizar diperkosa dengan cara tangan dan mulutnya dibekap menggunakan bantal oleh pelaku yang berinisial MF. Korban yang merupakan penyandang disabilitas tak dapat berbuat banyak karena sebelah kaki dan tangannnya terkulai lemah.

”Setelah kejadian itu dia mengalami trauma dan kami melaporkannya ke polisi. Namun sampai hari ini belum ada tanda-tanda proses berlanjut,” kata Nurhayati.

Tak puas dengan laporan pengaduan ke Polres Bireuen, keluarga korban juga mengadukan masalah ini ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik di Lhokseumawe. Nurhayati menginginkan adanya perhatian atas kasus yang menimpa adiknya itu. Korban berasal dari keluarga miskin dan penyandang disabilitas.

”Kami berharap kasus ini diselesaikan dan adik saya dapat kembali menata masa depannya melalui perhatian banyak pihak,” tambah dia.

Kasat Reskrim Polres Bireuen, AKP Syamsul, SH, membenarkan kejadian tersebut dan korban sudah melaporkannya awal September kemarin. Saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan. ”Kasus tersebut sudah kita tangani dan kini sudah dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Syamsul.

Baik korban maupun pelaku sudah diminta keterangan kendati tidak ada saksi yang melihat kejadian itu.

Sementara itu Anggota DPRK Bireuen, Zulfikar yang dihubungi Kompas.com, membenarkan laporan pengaduan keluarga korban sudah diterima melalui surat yang dikirim dari LBH Apik Lhokseumawe.

”Setelah kita terima surat dari LBH Apik ini kemarin kita langsung menemui korban di rumahnya untuk mengetahui persis kondisi korban,” terang anggota Komisi C tersebut.

Diakui Zulfikar secara kejiwaan korban masih dapat bercerita baik tentang perlakuan keji yang diterimanya. Kendati secara fisik ia tidak sempurna. ”Setelah menemui korban, sore kemarin kita langsung memanggil kepala tata usaha RSUD Dr.Fauziah Bireuen. Sejauh ini akan kita kumpulkan dulu keterangan-keterangan dari pihak rumah sakit guna mempercepat proses yang diperlukan,” tandas Zulfikar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.