Bupati Mundjirin Wajibkan Kades Tahu Nama Warga yang Hamil

Kompas.com - 06/01/2015, 18:44 WIB
Bupati Semarang Mundjirin kompas.com/ syahrul munirBupati Semarang Mundjirin
|
EditorGlori K. Wadrianto
UNGARAN, KOMPAS.com - Bupati Semarang Mundjirin akhirnya menidaklanjuti kritik DPRD yang menyoal angka kematian ibu hamil di Kabupaten Semarang yang cenderung meningkat dengan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Kematian Ibu dan Anak.

Sekretaris Daerah Pemkab Semarang Gunawan Wibisono mengatakan, tim ini beranggotakan 11 orang yang bertugas di antaranya menyusun rencana strategis program untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) yakni di bawah 100 per 100.000 kelahiran hidup di Kabupaten Semarang pada 2015 ini.

"Senin (5/1/2014) kemarin tim sudah terbentuk. Itu sesuai perintah Bupati Semarang Mundjirin dalam menanggapi hasil evaluasi dewan mengenai kematian ibu dan anak," kata Soni, panggilan akrab Gunawan Wibisono, Selasa (6/1/2014) siang. 

Menurut Soni, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang angka kematian ibu dan anak memang mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 17 kasus per 2013, tahun kemarin naik menjadi 20 kasus.

Dengan terbentuknya Satgas Pengendalian Kematian Ibu dan Anak, lanjutnya, setidaknya ada beberapa tugas yang menjadi target jangka pendek yang harus dilakukan. "Mulai sekarang, kami kawal ibu-ibu yang hamil, by name, by address. Tiap ada ibu yang hamil, minimal kades harus tahu namanya, dilihat bagaimana kondisinya. Guna menyiapkan langkah-langkah tepat jelang masa kehamilan. Proses mengawal ibu hamil ini akan semakin intensif sampai tiga hari pasca kelahiran," ungkap dia.

Satgas Pengendalian Kematian Ibu dan Anak, menurut Soni, akan membangun jejaring kerja dengan melibatkan seluruh komponen, mulai di tingkat desa hingga kabupaten. Termasuk merangkul seluruh dokter kandungan baik swasta maupun Pemerintah.

Dia mencontohkan, ketika ada ibu yang hamil dari keluarga tidak mampu, seluruh pihak dapat segera mengambil peran dan saling berbagi tugas apabila bidan setempat merekomendasikan untuk dirujuk.

"Prinsipnya, seluruh pelayanan kesehatan dapat saling bekerja sama demi penanganan terbaik bagi ibu hamil. Semua ini hasil maping pengecekan data kasus-kasus kematian di wilayah ini," kata dia. (Baca: "Kematian Ibu dan Bayi Kok Meningkat, Padahal Bupatinya Dokter Kandungan")

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X