"Posting" Bukti Transfer, Pria Ini Kesal BRI Tidak Mau Terima Uang Logam

Kompas.com - 06/01/2015, 10:30 WIB
Bukti setoran Zulkifli Parangka ke BRI Unit Beo, Talaud, Sulawesi Utara yang menolak pecahan uang logam. Zulkifli Parangka untuk Kompas.comBukti setoran Zulkifli Parangka ke BRI Unit Beo, Talaud, Sulawesi Utara yang menolak pecahan uang logam.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

MANADO, KOMPAS.com — Zulkifli Parangka mengungkapkan kekesalannya terhadap pelayanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Beo, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, karena menolak setorannya yang sebagian merupakan uang logam. Dia pun mem-posting bukti setoran di akun Facebook-nya.

Kepada Kompas.com, Zulkifli menceritakan kejadian yang yang dialaminya. Pada Senin (5/1/2015) sekitar pukul 12.45 Wita, dia bermaksud mentransfer uang sejumlah Rp 510.642 melalui Teras Pasar BRI Unit Beo.

"Saya serahkan sejumlah uang, termasuk satu keping uang logam pecahan Rp 500 dan dua keping pecahan Rp 100. Namun, teller yang bernama Kristin menolak menerima uang logam itu," ujar Zulkifli, Selasa (6/1/2015).

Menurut dia, petugas bank itu memberi alasan bahwa mereka tidak menerima setoran dalam bentuk uang logam karena nasabah BRI tidak mau menerima uang logam.

"Karena ditolak, saya ganti dengan pecahan uang kertas Rp 1.000, tapi teller itu tidak kembalikan selisih dari yang harus saya terima, sebesar Rp 300. Itu kan hak saya. Saya setor Rp 700, mereka tidak terima. Giliran saya ganti Rp 1.000, malah tidak dikembalikan sisanya," ujarnya.

Posting-an Zulkifli membuat beberapa pengguna Facebook lainnya menceritakan kejadian yang mereka alami.

"Kami juga pernah mau transfer uang dalam pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, dan pecahan Rp 10.000 sejumlah Rp 2 juta. Akan tetapi, mereka tidak mau terima dan minta ditukar dulu dalam pecahan Rp 50.000-an, apalagi pecahan logam," tulis Linda menanggapi posting-an Zulkifli.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zulkifli juga menyayangkan ketika nomor pengaduan di BRI Unit Beo sudah tidak terpampang lagi, padahal dirinya ingin mengirimkan SMS komplain mengenai kejadian tersebut. Pihak BRI Beo belum dapat dikonfirmasi terkait keluhan nasabahnya ini.

update:

Menanggapi pemberitaan ini, Kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Beo, Dulchahir, di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, meminta maaf atas kekeliruan yang dilakukan pegawainya yang telah menolak setoran uang logam yang dibawa nasabah. Baca: ''Teller'' Tolak Setoran Uang Logam dari Nasabah, BRI Minta Maaf.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X