Kompas.com - 29/12/2014, 22:47 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Marsetio alfian kartonoKepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Marsetio
|
EditorFarid Assifa
MERAUKE, KOMPAS.com – Perairan Indonesia mulai lengang pasca-kebijakan Pemerintah untuk menenggelamkan kapal asing yang tertangkap melakukan ilegal fishing. Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio, pihaknya sudah menenggelamkan 6 kapal penangkap ikan berbendera asing yang tertangkap tidak memiliki izin di perairan Indonesia.

“Begitu tangkap, bodong, tidak ada surat-surat, kita langsung tenggelamin. Kita (TNI AL) bekerja berdasarkan hukum. Kalau kebijakan pemerintah sita, ya kita sita, tenggelamin ya kita tenggelamin,” tegas Marsetio saat mendamping Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko meninjau perbatasan RI-PNG di Sota, Merauke, Senin (29/12/2014).

Dijelaskan Marsetio, peran memberantas illegal fishing di perairan Indonesia hanyalah salah satu dari tugas TNI Angkatan Laut.

“TNI Angkatan Laut berperan sebagai kekuatan militer yang tugas utamanya menjaga kedaulatan NKRI. Selain itu, latihan bersama, melakukan misi perdamaian dan berperan melakukan tindak polisionil dengan menangkap pelaku illegal fishing,” ungkap Marsetio.

Perkuat pengawasan

Wilayah perairan Indonesia timur, seperti perairan Laut Aru dan Arafuru terkenal kaya akan sumber laut dan menjadi sasaran pelaku illegal fishing dengan memanfaatkan lemahnya pengawasan dari aparat. Untuk meningkatkan pengawasan wilayah laut Indonesia Timur, Marsetio mengaku pihaknya sedang membangun Pangkalan TNI-AL Armada Timur yang berpusat di Sorong, Papua Barat.

Selain membangun pangkalan, Marsetio juga mengungkapkan rencana pemerintah Indonesia menambah kekuatan kapal perang dengan membeli kapal selam dari Korea Selatan dan berencana membangun 2 Kapal Selam di PT PAL.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Berdasarkan Renstra TNI-AL hingga 2018, akan ada penambahan 3 Kapal Selam. Tiga kapal selam yang dipesan dari Korea Selatan akan selesai 2018, sehingga pada tahun itu kita sudah total mengoperasikan 5 buah Kapal Selam,” jelas Marsetio.

Marsetio mengaku kendala utama pengawasan laut Indonesia Timur adalah minimnya dana pengadaan bahan bakar untuk operasional kapal perang.

“Untuk menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia Timur, TNI-AL Armada Timur mengoperasikan 78 kapal. Namun untuk operasional bahan bakar kapal perang hanya sekitar 26-27 persen,” terang Marsetio.

Menurut dia, hasil dari koordinasi TNI-AL dengan pemerintah, rencananya pada tahun 2015 mendatang pemerintah akan memenuhi kebutuhan operasional bahan bakar TNI AL.

“Jika semua kebutuhan operasional bahan bakar kapal perang terpenuhi sesuai janji pemerintah, kami yakin TNI AL akan eksis menjaga kedaulatan laut NKRI,” tandas Marsetio.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X