Kompas.com - 24/12/2014, 18:14 WIB
Banjir di Kabupaten Bandung semakin meluas dan jumlah pengungsi pun terus bertambah. Gambar diambil pada Selasa (23/12/2014). KOMPAS.com/Reni SusantiBanjir di Kabupaten Bandung semakin meluas dan jumlah pengungsi pun terus bertambah. Gambar diambil pada Selasa (23/12/2014).
|
EditorFidel Ali Permana


BANDUNG, KOMPAS.com – Gurat lelah terlihat dari wajahnya. Meski demikian, Camat Dayeuhkolot, Eef Syarif Hidayat ini tetap menjawab sejumlah pertanyaan wartawan dengan cukup detail.

“Kami membutuhkan tambahan tenaga medis dan penerangan. Kami di sini sekarang pake genset, tapi terkadang suka mati karena kehabisan bahan bakar,” ujar Eef di kantornya yang berubah jadi pengungsian, Rabu (24/12/2014).

Eef menjelaskan, jumlah pengungsi yang sakit terus bertambah. Akibatnya, tenaga medis pun kewalahan. Karena saat ini, tenaga medis dari puskesmas dan relawan jumlahnya terbatas.

Selain itu, pihaknya menghadapi masalah dengan kesehatan warga yang memilih bertahan di lantai dua rumahnya. Dengan jumlah tenaga medis yang terbatas, agak sulit bagi tenaga medis menjangkau korban banjir yang bertahan tinggal di rumahnya.

Karena itu, ada kemungkinan korban sakit yang belum tersentuh pengobatan. Untuk itu ia berharap, warga yang memilih bertahan di lantai dua rumahnya untuk pindah ke pengungsian. Selain aksesnya lebih mudah jika terjadi sesuatu, kesehatan pun terpantau.

“Tapi kalau air banjir kembali meninggi sehingga lantai dua tergenang, mau enggak mau warga akan dievakuasi ke pengungsian,” imbuhnya.

Selain itu, Eef mengeluhkan masalah penerangan. Selama ini, pengungsian menggunakan genset. Namun di wilayah lainnya tetap gelap gulita, sehingga sedikit menyulitkan pergerakan di malam hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan pantauan Kompas.com, menjelang sore, warga yang berdatangan ke Dayeuhkolot terutama yang bekerja di wilayah lain semakin banyak. Untuk sampai di rumahnya dengan selamat, mereka menaiki truk TNI AD yang disediakan di pusat kecamatan Dayeuhkolot. Selain itu, sejumlah perahu disediakan tim relawan.

Walaupun ada yang memilih menggunakan perahu ciptaan sendiri, yakni ban besar yang dipasangi penggorengan atau wajan besar di tengahnya, agar pakaian tidak basah.

Berita sebelumnya, jumlah pengungsi korban banjir terus meningkat. Hingga Rabu siang, pengungsi mencapai 10.136 jiwa, di antaranya 99 ibu hamil, 665 balita dan 181 lansia. Mereka menempati 25 titik pengungsian yang tersebar di tiga Kecamatan Yakni Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Baleendah.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.