Kompas.com - 23/12/2014, 03:42 WIB
Salah satu halte BRT koridor Bawen-Semarang didepan STT Abdiel, Jl Diponegoro, Ungaran kompas.com /syahrul munirSalah satu halte BRT koridor Bawen-Semarang didepan STT Abdiel, Jl Diponegoro, Ungaran
|
EditorBayu Galih

UNGARAN, KOMPAS.com - Penambahan halte Bus Rapid Transit (BRT) di jalan protokol, di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang saat ini mulai banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Padahal fasilitas milik Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah awalnya diharapkan bisa mengembangkan transportasi massal di Ungaran.

Dalam rapat koordinasi Forum Lalulintas dan Angkutan Jalan (FLAJ) Kabupaten Semarang yang digelar di gedung Setda Kabupaten Semarang, Senin (22/12/2014), terungkap bahwa keberadaan halte BRT yang baru tersebut banyak menyalahi ketentuan. Salah satu di antaranya adalah menyerobot jalur pejalan kaki.

FLAJ merekomendasikan agar pembangunan halte BRT mulai dari Pudakpayung (wilayah Kota Semarang)- hingga Bawen tersebut ditinjau ulang. “Ini bertentangan dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2013 tentang Dekade Lalu-lintas Berkeselamatan,” ucap anggota FLAJ Kabupaten Semarang, Husein Abdullah.

Menurut Husein, banyak halte BRT yang posisinya tidak tepat. Bahkan beberapa di antaranya membuat BRT nantinya berhenti di badan jalan. Sehingga dikhawatirkan akan rawan menimbulkan kemacetan hingga memicu kecelakaan. "Ini bukti kurangnya koordinasi antar instansi yang berkepentingan, dan akhirnya masyarakat yang paling dirugikan," jelas Husein  

Selain memakan jalur pejalan kaki, ia juga menilai banyak halte yang posisinya kurang tepat. Contohnya di depan Apac Inti Corpora (AIC) dan kawasan Pasar Karangjati di Jalan Soekarno- Hatta serta di kawasan Alun-alun, Jalan Gatot Soebroto Ungaran.  

Beberapa pembangunan halte dinilai kurang mempertimbangkan lokasi yang merupakan area pemberhentian kendaraan di lampu traffic light (TL). “Bahkan, yang jelas- jelas di depan Benteng Willem II, halte ini langsung menutup trotoar yang mematikan hak- hak pejalan kaki,” ucapnya.  

Oleh karena itu, ia meminta agar FLAJ Kabupaten Semarang merekomendasikan kepada Dishubkominfo Provinsi Jawa Tengah meninjau kembali pembangunan halte BRT ini. “Ini harus dikritisi, agar masyarakat pengguna jalan tidak dirugikan,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.