Pasar Wonosobo Terbakar Lagi, Ribuan Pedagang Merugi

Kompas.com - 22/12/2014, 20:31 WIB
Pasar Induk Wonosobo, Jawa Tengah, terbakar, Senin (22/12/2014) dini hari. Dokumen Pemkab WonosoboPasar Induk Wonosobo, Jawa Tengah, terbakar, Senin (22/12/2014) dini hari.
|
EditorFarid Assifa
WONOSOBO, KOMPAS.com - Pasar induk Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah kembali terbakar, Senin (22/12/2014) dini hari. Ratusan dasaran di los dan ratusan kios di lantai I, II dan III ludes dilalap si jago merah.

Data yang dihimpun Kompas.com, musibah ini merupakan kali ketiga sepanjang 20 tahun terakhir. Kebakaran pertama terjadi pada 30 September 1994 dan kedua pada 11 Maret 2004.

Sementara itu, sumber api penyebab kebakaran diduga berasal dari arah lantai dasar di bagian barat laut. Api dengan cepat merambat ke los lain di pasar berlantai tiga itu. Dalam waktu sekitar empat jam, seluruh los di lantai dasar, I dan II sebelah barat pasar induk habis dilalap api.

"Kobaran api di lantai I sendiri terus berlangsung sampai siang hari. Tetapi beruntung, toko yang berada di lantai dasar dan menghadap ke arah Jalan A Yani ataupun menghadap Jalan Pasar I dan Jalan Pasar II, selamat tidak ikut terbakar," jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Wonosobo Sumedi dalam press rilisnya, Senin sore.


Adapun lantai dasar dan I yang menjadi sumber api merupakan bangunan yang paling ramai dan terpadat. Sebagian besar merupakan kios yang berjualan pakaian, grabah, buah, kelontong, roti, sandal, sepatu, barang elektronik dan sebagainya.

"Sebagian besar barang dagangan itu sulit diselamatkan," ucap Sumedi.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB. Setidaknya tujuh unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan. Tidak hanya dari Kabupaten Wonosobo, tetapi juga dari Banjarnegara dan Temanggung. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian yang diderita ditaksir mencapai miliar rupiah.

Sumedi menyebutkan, total ada 2.960 pedagang yang berjualan di pasar terbesar di Wonosobo itu. Sedangkan total jumlah los sebanyak 2.891 unit dan kios 69 unit.

"Jadi sekitar 60 persen dari total 4.884 pedagang kini sementara tidak bisa berjualan," sebut Sumedi.

Sementara untuk mengantisipasi dan menjaga keamanan sekitar lokasi kebakaran, puluhan anggota Polres Wonosobo dan TNI dikerahkan. Arus lalu lintas yang menuju ke pasar induk sepanjang hari ditutup untuk kendaraan bermotor. Arus lalu lintas disalurkan melalui jalan lain.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Kronologi Pria Bunuh Kepsek karena Dendam Diusir dari Desa Setelah Ceraikan Istri Siri

Regional
Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Warga Diboikot, Tak Ada yang Datang

Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Warga Diboikot, Tak Ada yang Datang

Regional
Rais Aam PBNU: Hormati dan Taati Pemimpin yang Terpilih Secara Demokratis

Rais Aam PBNU: Hormati dan Taati Pemimpin yang Terpilih Secara Demokratis

Regional
Pastoran Gereja Santo Yosep Purwokerto Terbakar

Pastoran Gereja Santo Yosep Purwokerto Terbakar

Regional
Bentangkan Merah Putih, Bupati Ngawi dan Ratusan Kades Dukung Pelantikan Presiden

Bentangkan Merah Putih, Bupati Ngawi dan Ratusan Kades Dukung Pelantikan Presiden

Regional
Pelaku Penikaman Buruh Bangunan di Wamena Ditangkap Saat Sedang Tidur

Pelaku Penikaman Buruh Bangunan di Wamena Ditangkap Saat Sedang Tidur

Regional
Polisi Sulit Ungkap Teror Bom Molotov di Makassar karena Korban Tak Lapor

Polisi Sulit Ungkap Teror Bom Molotov di Makassar karena Korban Tak Lapor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X